Masukkan Code ini K1-43E2AC-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

kumpulblogger

Sabtu, 01 Januari 2011

Soal Jawab: Hubungan AS dengan Cina

Soal Jawab: Hubungan AS dengan Cina

بسم الله الرحمن الرحيم

Jawab Soal


Hubungan AS dengan Cina

Pertanyaan:

Media massa kemarin 16/12/2010 melansir dua berita yang menyita
perhatian: pertama, kunjungan perdana menteri Cina ke India disertai
delegasi perdagangan yang besar (sekitar 300 pengusaha). Kunjungan dan
penyambutan itu disertai dengan suatu kehangatan yang tidak biasa.
Kedua, kesepakatan tripartit antara Korea Selatan, Jepang dan Cina
untuk membangun kepercayaan umum di antara ketiga negara. Semua itu
terjadi ketika tensi ketegangan antara dua Korea telah menjadi dingin
dari sisi saling mengancam antara Amerika dan Korea Selatan di satu
sisi dengan Korea Utara di sisi yang lain, dan dukungan implisit dari
Cina kepada Korea Utara. Fenomena apa yang ditunjukkan semua ini?


Jawab:


Untuk menjawab pertanyaan tersebut kami paparkan sebagai berikut:


1. Sejak dekade 60-an abad lalu, Amerika telah khawatir atas munculnya
Cina sebagai kekuatan global. Amerika berupaya melemahkan
ambisi-ambisi Cina dalam permasalahan-permasalahan regional. Amerika
menggunakan berbagai permasalahan untuk mewadahi pengaruh Cina pada
wilayah regional dan mempertahankan kepemimpinan Cina agar disibukkan
dalam permasalahan-permasalahan regional yang sempit. Amerika terus
mengeksploitasi masalah Taiwan dan Korea Utara dan perlakuan buruk
Cina terhadap minoritas khususnya pemerintahan otonom Tibet. Amerika
juga ikut campur dalam perselisihan dua pihak antara Cina dengan
Jepang seputar pulau yang dipersengketakan di antara kedua negara.
Semua itu sebagai sarana untuk memicu fitnah di sekitar Cina.
Disamping itu, Amerika telah mengepung Cina dengan serangkaian
pangkalan militer yang membentang dari Afganistan, Asia Tengah,
Pakistan sampai Samudera Pasifik termasuk semenanjung Korea dan
Jepang… Tujuan dari pangkalan-pangkalan militer itu adalah mengepung
Cina dan menghalanginya untuk muncul sebagai kekuatan militer.


2. Disamping upaya Amerika untuk membatasi perluasan militeristik
Cina, Amerika juga berupaya kuat membangun kemampuan India, baik sipil
maupun militer untuk menghadapi Cina. Politik inilah yang digunakan
Amerika dengan seluruh pemerintahan di India hingga yang loyal kepada
Inggris sekalipun dan bukan loyal kepada Amerika seperti pemerintahan
partai Kongres. Obama dihadapan sidang umum parlemen India mengatakan:
“Saya berdiri di depan Anda hari ini karena saya yakin bahwa
kepentingan Amerika Serikat dan kepentingan bersama kami dengan India
adalah sebab terbaik untuk kerjasama … Amerika Serikat bukan hanya
menyambut India sebagai kekuatan global akan tetapi kami sangat
mendukung hal itu dan kami mendukung kesejahteraan bersama, menjaga
perdamaian dan keamanan, memperkuat pemerintahan demokratis dan Hak
Asasi Manusia. Ini adalah tanggungjawab kepemimpinan. Dan kerjasama
gobal antara Amerika Serikat dengan India ini bisa menciptakan
kemajuan di abad 21. Dan kami sekarang siap untuk memulai
pengimplementasian kesepakatan nuklir sipil… Kami perlu membangun
kerjasama di bidang teknologi modern seperti pertahanan dan bidang
peradilan sipil. (Amerika Serikat mendukung India sebagai kekuatan
global, online 8 November 2010).


Penting untuk disebutkan bahwa India pada tanggal 29 September 2010
telah mengirimkan empat kelompok tentara India, angkatan udara dan
angkatan laut untuk melakukan latihan dengan Amerika Serikat di 31
unit infantri dan angkatan laut di pangkalan Amerika di Okinawa dan
laut timur Cina. Reaksi Cina begitu kuat terhada manuver seperti itu.
Pada akhir September, Laksanama Cina Zhou Yin memperingatkan bahwa
“Serangkaian latihan militer yang dimulai oleh Amerika Serikat dengan
negara-negara tetangga Cina memperlihatkan bahwa Amerika Serikat ingin
meningkatkan eksistensi militernya di Asia. Tujuan dari
latihan-latihan militer yang dilagsungkan oleh Amerika Serikat adalah
menyasar sejumlah negara diantaranya Cina, Rusia dan Korea Utara, dan
memperkuat hubungan-hubungan strategis dengan negara-negara sekutu
Amerika seperti Jepang dan Korea Selatan” (Global Times, 26 September
2010).


3. Sejak dimulainya pembicaraan enam pihak tahun 2003 untuk mengekang
ambisi nuklir Korea Utara, Amerika menyodorkan tuntutan-tuntutan
tertentu. Setiap kali Korea Utara mendekat untuk memenuhinya, maka
Amerika ingkar janji tentang komitmen-komitmennya. Terlebih Amerika
telah menggambarkan secara cerdas, Korea Utara dan sekutu utamanya
yaitu Cina sebagai pihak yang bersalah dalam terus gagalnya
pembicaraan. Sebagai contoh pada tahun 2007, Amerika Serikat
mengumumkan akan mencairkan 25 juta dolar dari kekayaan Korea Utara
yang dibekukan sebagai kompensasi Pyong Yang yang membekukan fasilitas
reaktor nuklir Yongbyon dan mengizinkan kembalinya auditor Badan
Energi Atom Internasional (IAEA). Meski demikian, Amerika Serikat
menarik diri dari komitmennya di mana Amerika melepaskan dana itu pada
waktu sangat terlambat di mana kesepakatan tidak bisa dilakukan pada
waktu yang ditentukan. Korea Utara telah menarik diri dari pembicaraan
enam pihak karena frustasi akibat berbagai hambatan yang diletakkan
oleh Amerika Serikat pada tahun 2009. Akibat dari ketegangan itu,
Korea Utara mengusir auditor IAEA dan mengumumkan rencana melanjutkan
pengayakan Uranium dan percobaan ledakan nuklir di bawah tanah pada
bulan Mei 2009, perseteruan dengan angkatan laut Korea Selatan dan
serangan terakhir ke pulau Korea Selatan.


4. Sebaliknya Amerika bereaksi dengan menggelar kapal induk
pengangkut pesawat dan melakukan manuver militer serta melakukan
pembicaraan-pembicaraan dengan tidak mengikutkan Cina dan Korea Utara.
Hal itu untuk meningkatkan tekanan terhadap Cina agar megambil sikap
lebih tegas terhadap sekutunya Korea Utara. Laksamana Mike Mullen
Kepala Staf Gabungan Militer Amerika pada tanggal 8 Desember 2010
menampakkan keinginannya agar Cina memainkan peran lebih bermanfaat.
Ia berkata: “Orang-orang Cina memiliki pengaruh luar biasa terhadap
Korea Utara. Tidak ada bangsa di muka bumi ini yang lebih besar
pengaruhnya terhadap Korea Utara dari Cina. Tetapi meskipun ada
kepentingan bersama dalam membatasi ketegangan, namun Cina tidak siap
menggunakan pengaruh itu”. Yang menarik perhatian adalah pasca
serangan terakhir. Cina dengan cepat mendukung kelanjutan pembicaraan
enam pihak, satu hal yang ditolak oleh Amerika Serikat. Setalah itu,
Cina berdiri secara terang-terangan untuk membela Korea Utara
menentang intervensi Amerika di kawasan! Itu artinya, Amerika ingin
agar suhu ketegangan itu tetap tinggi dan menampakkan Cina dan Korea
Utara seolah-olah keduanya adalah sumber ketegangan dan berikutnya
memancing permusuhan negara-negara di kawasan, tetapi tidak sampai ke
ambang peperangan. Sebab kondisi-kondisi internasional dan regional
tidak mengizinkan Amerika terjun dalam perang, karena Amerika sedang
disibukkan di Irak dan Afganistan.


5. Dalam konteks ini kita bisa mengatakan bahwa Cina saat ini
melakukan pergerakan-pergerakan. Diantaranya yang dilansir oleh situs
Cina (Arabic.china.org.cn) yang mengutip kantor berita Xinhua tentang
penandatanganan oleh Jepang, Cina dan Korea Selatan pada tanggal
16/12/2010 atas kesepakatan membangun kepercayaan kerjasama tripartit
di Seoul tahun depan. Atau yang dilansir oleh sejumlah media massa
diantaranya tentang kunjungan Perdana Menteri Cina ke India … Semua
pergerakan itu adalah untuk menggagalkan upaya Amerika mengisolir Cina
dari para tetangganya dan menampakkan Cina sebagai negara musuh. Korea
Selatan dan Jepang termasuk sangat loyal kepada Amerika. Mendekatnya
Cina kepada kedua negara itu bisa dianggap sebagai upaya mengagalkan
Amerika menyibukkan kedua negara itu menentang Cina. Sebagaimana India
merupakan “persenjataan” Amerika di masa lalu, dan masih tetap hingga
sekarang, yang digunakan Amerika untuk memicu ketegangan terus menerus
antara India dengan Cina dengan jalan menciptakan masalah-masalah
terus menerus diantara keduanya. Mendekatnya Cina ke India adalah
upaya pemadaman api ketegangan yang ingin dinyalakan Amerika di antara
Cina dan India.


Termasuk sesuatu yang mungkin bahwa Cina telah mencatatkan satu point
untuk kepentingannya dalam menghadapi Amerika. Hal itu jika Cina
sempurna dalam menggunakan kunjungan PM Cina ke India dan kesepakatan
Cina dengan Jepang dan Korea Selatan, dan tidak terjebak dalam tipu
daya Jepang dan Korea Selatan atas dorongan Amerika.

1 Muharram 1432 H

17 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Pengikut

Arsip Blog