Masukkan Code ini K1-43E2AC-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

kumpulblogger

Sabtu, 01 Januari 2011

KH Murhali Barda: Saya Hanya Ingin Tegakkan Syariat, Pemurtadan Jadi Musuh Kita

KH Murhali Barda: Saya Hanya Ingin Tegakkan Syariat, Pemurtadan Jadi Musuh Kita

VOA-ISLAM.COM - Selasa siang (21/12/2010), enam orang kru voa-islam.com membesuk Ustadz Murhali Barda di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bekasi. Tokoh Islam Bekasi Raya ini ditahan dengan tuduhan menghasut publik dan penganiayaan dalam insiden gereja HKBP di Ciketing, Bekasi. Padahal ketika insiden terjadi, Ustadz Murhali tidak berada di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Demi silaturrahim dengan voa-islam.com, Ustadz Murhali pun rela mengorbankan acara rutinitas siangnya. Dalam perbincangannya selama 30 menit, Ustadz Murhali yang ditahan sejak empat bulan yang lalu, mengaku meski dirinya dikerangkeng terali besi, ia terus mencermati permasalahan keummatan, khususnya di Bekasi. Bahkan ia mengetahui kabar Walikota Bekasi Mochtar Muhammad sudah “dijemput” KPK, terjerat kasus korupsi.

Meski dalam berbagai kasus kristenisasi, dirinya kerap ‘konfrontasi’ dengan Mochtar Mohammad, namun Murhali merasa kasihan mendengar berita 'rivalnya' telah dipenjara. “Kasihan, Pak Mochtar,” komentarnya santai.

Ketika ditanya, apakah dirinya senang dengan kabar ditangkapnya Mochtar Muhammad? Murhali menolak keras. “Nggak lah, saya ini orangnya kasihanan, ujug-ujug orang yang sudah jatuh, kan kasihan. Niat saya hanya ingin tegakkan syariat, tidak ada niatan untuk menjatuhkan seseorang. Masalahnya kita yang menjebol pertahanan, orang lain masuk,” kata Murhali.

….Niat saya hanya ingin tegakkan syariat, tidak ada niatan untuk menjatuhkan seseorang. Masalahnya kita yang menjebol pertahanan, orang lain masuk….

Menurut pengakuan mantan Ketua FPI Bekasi ini, sebulan yang lalu, sejak dirinya dipindahkan dari tahanan Polda ke LP Bekasi, intel dari polda masih datang untuk memantau. Lucunya, intel itu malah bertanya pada Murhali, kenapa gerakan di Bekasi menjadi landai, terkesan agak vakum? Ada apa sih? “Lho kok saya ditanya, saya nggak ngerti,” jawab Murhali

Ustadz Murhali mengingatkan, menjelang Natal, gerakan umat Islam Bekasi harus waspada. Mengingat setiap Desember sudah menjadi “ritual” tahunan Polri untuk bersiaga. Jangan sampai kita yang tidak melakukan apa-apa, dituduh berbuat makar.

Dalam bincang-bincang santainya, Murhali menegaskan, pasca Ciketing, bukan berarti perjuangan umat Islam Bekasi sudah selesai. Pasca dijebloskannya Walikota Bekasi oleh KPK, HKBP sudah mulai ciut dan redup. HKBP sudah tidak diback up lagi oleh Walikota.

”Harus diakui, HKBP masih punya kekuatan. Karena dia masih didukung oleh media sekuler. Kita tahu, hikmah dari peristiwa Ciketing, Bekasi jadi perhatian, bukan hanya nasional, melainkan juga internasional. Kalau ikutin otak jahat, bisa-bisa kasus Ciketing bisa sampai bedol desa. Yang sangat disayangkan, tak ada pemimpin yang mau tegakkan syariat,” ujar Murhali.

Murhali berharap agar umat Islam di Bekasi konsisten menjaga ukhuwah islamiyah. Yang namanya gesekan dalam sebuah pergerakan itu biasa. Sejauh ini, Murhali masih melihat persatuan umat Islam di Bekasi masih kokoh. Jangan sampai kebersamaan yang sudah dibangun menjadi layu kembali.

”Saya berharap kepada tokoh Islam di Bekasi, agar jangan mudah mengeluarkan statemen, kalau belum memahami masalahnya. Soal lengsernya Walikota Mochtar Muhammad, bagi saya hanyalah patahan kecil saja. Sekali lagi, niat saya ingin tegakkan syariat, bukan menjatuhkan pemerintahan. Yang pasti, pasca Ciketing bukan akhir dari perjuangan. Saya ingin umat Islam di Bekasi memegang teguh deklarasi Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB),” tegas lelaki berjenggot lebat itu.

….Ciketing bukan akhir dari perjuangan. Saya ingin umat Islam di Bekasi memegang teguh deklarasi KUIB….

Sambil menikmati jeruk, Ustadz Murhali bercerita ihwal dirinya sampai ditahan di Polda Metro Jaya.

”Awalnya saya mendengar kabar nama teman-teman sudah dikantongi polisi. Sebelumnya, ada salah seorang teman minta saran pada saya, apakah sebaiknya kabur atau menyerahkan diri ke Polres Bekasi. Lalu saya jelaskan untung ruginya. Kalau pun kabur bisa jadi DPO, dan tetap saja keberadaannya akan kebongkar polisi. Esoknya, teman itu menyerahkan diri. Padahal, dia tidak tahu siapa yang melakukan penusukan,” kisahnya.

Murhali juga sempat meminta saran pada Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab, apakah sebaiknya kabur atau menyerahkan diri. Lalu Habib menjawab, terserah antum. Lalu Murhali memutuskan untuk menyerahkan diri. Meski tidak melakukan penganiayaan, ia dinaikkan statusnya menjadi tersangka. ”Saya sempat bilang nggak mau dijadikan tersangka. Tapi kata polisi, ustadz tetap harus ditahan.”

Banyak hikmah setelah Ustadz Murhali ditahan di LP Bekasi. Ia banyak menemui sesama rekannya di LP untuk dijadikan objek dakwah. ”Mungkin ini berkah di dalam tahanan. Belum lama ini, saya menggelar istighasah bersama teman-teman FPI di sini,” kata Murhali yang bercita-cita mendirikan Laskar Umat Islam Bekasi.

Akan disidang awal Januari

Ustadz Murhali Barda ditangkap polisi atas tuduhan menghasut publik dan penganiayaan dalam peristiwa kasus gereja HKBP di Ciketing, Bekasi. Ia dijerat tiga pasal berlapis, yakni pasal 160, 170, 351 KUHP. Padahal ketika insiden terjadi, Ustadz Murhali tidak berada di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Menurut rencana, Ustadz Murhali mulai disidang pada awal Januari nanti di Pengadilan Negeri Bekasi.

Kepada voa-islam.com, Murhali Barda menyampaikan selentingan kabar bahwa pihak Kejari dan Pemkot sedang bermusyawarah membicarakan pemindahan tempat sidang yang akan digelar. Karena Ustadz Murhali mendapat dukungan perhatian yang besar dari masyarakat, maka perlu dipikirkan tempat yang lebih besar. Terlebih sidang pertama nanti, baru Ustadz Murhali saja yang akan diperkarakan. Belum tersangka yang lain.

Yang menjadi kekhawatiran pihak keamanan adalah berkumpulnya gerakan massa saat menghadiri persidangan. Setidaknya, polisi sudah mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Murhali memprediksi, persidangan kasus Ciketing nanti sarat dengan muatan politik. Karenanya ia berharap agar para jurnalis Muslim memberi dukungan kepada para aktivis Muslim yang ditahan dalam kasus Ciketing. Jangan sampai kasus Ciketing dipelintir media sekuler untuk menyampaikan informasi yang salah dan tidak berimbang.

Sepertinya, perkara yang akan dipermasalahkan dalam persidangan nanti adalah ”menelanjangi” isi SMS dari telepon seluler milik Ustadz Murhali Barda. Terlebih isi SMS itu memuat pesan berupa perintah mundur. ”Laporan itu masih terbaca,” kata Ustadz yang ditahan di Blok A tersebut.

….Musuh kita bukan hanya HKBP. Selama umat Islam Bekasi diganggu dengan kristenisasi, pemurtadan, maraknya keberadaan gereja ilegal, mereka akan menjadi musuh kita….

Di akhir perbincangan, Ustadz Murhali Barda berpesan, bahwa musuh kita bukan hanya HKBP. Selama umat Islam Bekasi diganggu dengan kristenisasi, pemurtadan, maraknya keberadaan gereja ilegal, mereka akan menjadi musuh kita.

”Jangan mengkerdikalkan diri kita dengan hanya karena satu musuh. Sejarah mencatat, orang besar lahir karena banyak musuhnya. Dalam perjuangan Rasulullah saja, ada banyak peperangan. Ada Perang Badar, Perang Uhud, dan sebagainya. Boleh jadi, Bekasi, akan ada perang selanjutnya. Bekasi ini lain. Karena itu saya sangat berharap, tolong Bekasi dijaga,” ungkap alumnus Pesantren Modern gontor ini semangat. [taz/desastian]

http://voa-islam.com/news/interview/2010/12/22/12433/kh-murhali-barda-saya-hanya-ingin-tegakkan-syariat-pemurtadan-jadi-musuh-kita/

12/26/2010 9:59 AM

Tidak ada komentar:

Pengikut

Arsip Blog