Masukkan Code ini K1-43E2AC-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

kumpulblogger

Sabtu, 01 Januari 2011

Bocoran Situs Wikileaks Menegaskan Keantekan Para Penguasa Tiran kepada Tuannya Kaum Kafir Imperialis

Bocoran Situs Wikileaks Menegaskan Keantekan Para Penguasa Tiran kepada Tuannya Kaum Kafir Imperialis



بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم

Situs Wikileaks membocorkan ribuan dokumen tentang kawat diplomatik para diplomat AS. Negara Turki, pemerintah Turki dan politik Turki termasuk bagian dari dokumen yang dibocorkan itu. Meskipun belum semua dokumen disebarkan dan tidak mungkin mengetahui apa yang belum diungkap, namun bisa dikatakan bahwa dokumen-dokumen yang diungkap sampai saat ini tidak lain hanyalah pengumuman atas apa yang sudah menjadi pengetahuan umum.


Dokumen-dokumen terkait kedutaan besar AS di Ankara, khususnya pada masa tugas Eric Edelman, James J. Jeffrey, dan Ross Wilson, mengungkap bahwa para duta besar itu menyiapkan berbagai keputusan terkait kebijakan Turki yang memuat informasi-informasi dalam kawat-kawat mereka yang sampai ke kabinet Turki dan dilengkapi dengan berita-berita yang dimuat media massa Turki. Dari sisi syar’i, tidak boleh memutuskan perkara berdasarkan berita yang dinyatakan oleh orang fasik. Namun, bocoran-bocoran itu menegaskan kenyataan-kenyataan yang telah diketahui oleh setiap orang yang punya mata. Hal itu karena akal-akal yang cemerlang mengetahui secara meyakinkan bagaimana para penguasa tiran itu bisa sampai ke tampuk pemerintahan, dengan dukungan dan suport dari orang kuat, politik yang mereka tempuh dan pihak yang mereka layani serta majikan mereka. Sudah menjadi pengetahuan bahwa para penguasa itu jatuh dalam daerah kendali kaum kafir imperialis utamanya Amerika. Sudah menjadi pengetahuan bahwa seluruh kebijakan dalam negeri dan luar negeri para penguasa tiran itu tidak lepas dari melayani harapan-harapan tuan mereka dan politik mereka terkait kawasan kita. Tidak perlu menunggu hingga datangnya Wikileaks bagi tersebarnya kenyataan-kenyataan itu hingga kita bisa melihatnya. Situs Wikileaks membocorkan dokumen-dokumen itu dalam koridor pertarungan internasional di antara kaum kafir imperialis sendiri. Dan pada saat yang sama, kenyataan ini menegaskan apa yang telah kami sebutkan. Tidak ada sesuatu yang baru di dalam dokumen itu. Orang yang terkejut dari dokumen itu adalah mereka yang hanya bisa melihat kenyataan itu setelah bocoran Wikilekas dan mereka menyadari sejauh mana kebencian tuan-tuannya kepada mereka dan bagaimana tuan-tuannya membicarakan mereka dengan buruk di saluran khusus mereka. Juga bagaimana rekan kerjanya mengadukan keluhan-keluhan menentang mereka kepada berbagai kedutaan besar asing. Disamping mereka jadi paham jenis politik dan rencana-rencana mana yang mereka persembahkan tanpa mereka mengetahuinya!


Adapun bagian dokumen yang bocor terkait dengan para penguasa Arab, maka disamping berbagai kenyataan yang telah kami sebutkan, bocoran itu menjelaskan kepada semua orang bagaimana permusuhan para penguasa Arab kepada Iran dan bagaimana mereka meminta bantuan entitas Yahudi (Israel) dengan meninggalkan bangsa-bangsa Islam. Pada bagian yang berkaitan dengan Iran dan Afganistan, maka di situ terdapat dokumen-dokumen terkait kebrutalan pendudukan, diantaranya berupa pembantaian dan pemerkosaan. Bukan hal penting jika bocoran situs Wikileaks itu benar atau tidak. Perlu diketahui bahwa kementerian luar negeri AS menegaskan kesahihan apa yang terdapat di dalam dokumen-dokumen yang bocor itu. Juga bukan hal penting jika bocoran terkait kepentingan Yahudi atau tidak. Bukan pula hal penting jika bocoran dokumen itu menimbulkan masalah di antara para penguasa zalim itu!

Yang penting dalam perkara ini dan yang harus dilihat dengan jelas adalah kenyataan negara-negara kafir itu merupakan musuh yang nyata bagi kaum muslim dan bahwa para penguasa tiran itu tidak lain adalah alat bagi negara-negara kafir yang digerakkan sesuai keinginannya. Seharusnyalah para penguasa tiran itu mengambil pelajaran, sadar kembali, bertaubat kepada Allah dengan taubatan nashuha, menarik diri dari pengkhianatan mereka, kembali kepada Islam dan saudara muslim mereka dan meninggalkan aksi kejahatan yang mereka lakukan… Bukannya seperti itu, sebaliknya kita lihat mereka justru tutup mulut, diam seribu bahasa, di depan kenyataan-kenyataan itu. Jika mereka menampakkan sesuatu maka itu adalah keberatan yang kosong tanpa warna. Bahkan di antara mereka ada yang menampakkan kemaksiyatan dan mengatakan secara terbuka bahwa bocoran-bocoran itu tidak akan berpengaruh dalam hubungan-hubungan dan pengabdiannya yang dia belum pernah ditinggalkan sedikitpun.


Wahai Kaum Muslim!


Berapa ribu dokumen lagi yang harus ditunggu dibocorkan dan diungkap sehingga Anda bisa memahami hakikat hegemoni kaum kafir imperialis terhadap kita, dan bahwa mereka telah berkumpul untuk menghancurkan negeri kita dan mengepungnya dari segala sisi dengan kolusi, kemudahan dan bantuan dari antek-antek lokal mereka. Dan bahwa mereka mengangkangi dada kita dan menguasai diri kita melalui instansi-instansi dan sistem pemerintahan buatan manusia yang dipaksakan kepada kita. Sebab para penguasa itu telah menikmati kehinaan dan keantekan kepada tuan-tuannya kaum kafir sampai pada derajat hampir tidak ada harapan mereka akan sadar kembali dan berpaling dari pelanggaran mereka?! Berapa waktu lagi yang harus ditunggu sehingga Anda menyadari bahwa tidak ada jalan keluar bagi Anda kecuali dengan Islam, agama haq yang di dalamnya terdapat sistem kehidupan yang sempurna dan paripurna meliputi seluruh aspek kehidupan. Juga untuk menyadari bahwa pembebasan hakiki terjadi dengan melanjutkan kembali kehidupan Islam melalui tegaknya Daulah Khilafah Rasyidah, di mana hanya dengan Khilafah Rasyidah saja umat Islam akan mampu memupus pendudukan kaum kafir imperialis dan pembantaian mereka terhadap saudara-saudara kita dan perusakan mereka yang sistematis terhadap anak-anak kita?!

]قُلْ كُلٌّ مُتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ اَصْحَابُ الصِّرَاطِ السَّوِىِّ وَمَنِ اهْتَدٰى[

Katakanlah: "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk". (QS Thaha [22]: 135)


04 Muharram 1432 H

10 Desember 2010 M

Hizbut Tahrir

Wilayah Turki

Muslimah dalam Keterasingan

Muslimah dalam Keterasingan

Oleh taufik @ Jumat, 17 Desember 2010 — Tulis komentar

Artikel terkait:

Islam datang mencerahkan dunia, meningkatkan martabat wanita pada tempat yang mulia dan memberikan kedudukan yang tinggi yang sebelumnya jauh dan jatuh diletakkan di dasar lembah yang gelap gulita, sejak kecil keberadaannya di hinakan bahkan sebagian diantara mereka di kubur hidup-hidup, Allah SWT mengabadikan sejarah ini dengan firmanNya

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

Karena dosa apakah dia dibunuh (QS. At Takwir : 9-10)


Beranjak dewasa hanya menjadi pemuas syahwat laki-laki durjana, sebagaimana yang diceritakan wanita mulia, ibunda kita ‘Aisyah Radhiallhu’anhaa dalam sunan Abi Daud tentang wanita yang menikah/melacurkan dirinya dengan memasang bendera khusus di depan pintu sebagai tanda.Perzinaan mewarnai setiap lapisan masyarakat dan sedikit dari kaum laki-laki dan wanita yang memang masih memiliki keagungan jiwa.Wanita diperjualbelikan secara semena-mena, kadang-kadang diperlakukan layaknya benda mati dan akhirnya ketika tua, tidak ada baginya doa apalagi bakti dari anak-anaknya.

Alhamdulillah Islam datang mengangkatnya, menjadikannya mulia sejak kecil, dewasa hingga masa tuanya.Tidak terdengar lagi ada bayi wanita yang dibunuh, kehormatannya terjaga dengan balutan baju yang menutupi aurotnya, diberikan hak untuk berpendapat dalam pernikahanya, bahkan diutamakan tiga kali melebihi kaum pria dalam keluarga.Dan sesudah tutup usia didoakan putra-putranya agar mendapat ampunan dari Rabnya. Itulah zaman keemasan Islam, yang setiap muslimah dan mukminah kala itu dapat merasakan perbedaannya, setelah merasa asing dan terasing dari kaumnya.

Zaman begitu cepat bergulir, keadaan pun tidak selalu sama.Keadaan kaum muslimin menjadi lemah -dan Allah lah yang Maha Mengetahui keadaan hambaNya- ini disebabkan jauhnya mereka dari asal kemulian, ketinggian dan kekuatan mereka. Dikoyaklah kesucian mereka oleh umat yang lain, dirampas kehormatan dan hartanya, lebih dari itu musuh Islam mampu membuat kebanyakan muslimah melepaskan mahkota malu dari dirinya, bahkan melepaskan dari agamanya secara keseluruhan, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Pada hari ini lebih jelas gambaran keterasingan yang di landa kaum muslimah, ketika muslimah memandang masyarakat sekelilingnya ia dapati seolah-olah ia berada di suatu tempat yang sangat asing, bahkan masyarakat memandang ia datang dari planet lain.

Ditengah-tengah keluarganya pun ia merasa asing, dengan balutan jilbab yang syar’i bapak ibunya tidak berkenan, untuk thalabul ‘ilmi(pergi kajian) dilarangnya, bahkan bertemu dengan teman-temannya yang shalihah pun diawasi. Padahal semuanya dilakukan untuk mendapat ridha Ilahi.

Di rumah suaminya ia merasakan keterasingan diatas keterasingan, tertipu ketika berta’aruf, disangkanya pemuda yang benar-benar meniti jalan kebenaran pada awalnya, namun setelah mengarungi bahtera, terbalik hatinya kemudian meminta istrinya yang mencoba menjadi wanita surga untuk membalik hatinya juga dan melepas hijabnya bahkan menekan dan mengancamnya wa laa haula wa laa quwwata illa billah.

Inilah zaman ghurbah(keterasingan) yang kedua, sebagaimana telah diberitakan oleh kekasih Allah Muhammad shollallahu’alaihi wasallam :



بَدَأَالإِسْلاَمُغَرِيباًثُمَّيَعُودُغَرِيباًكَمَابَدَأَفَطُوبَىلِلْغُرَبَاءِ». قِيلَيَارَسُولَاللَّهِوَمَنِالْغُرَبَاءُقَالَ«الَّذِينَيُصْلِحُونَإِذَافَسَدَالنَّاسُ

“Islam datang dalam keadaan asing lalu akan kembali asing sebagaimana bermula, maka beruntunglah orang yang asing”. Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang tetap shalihsaat manusia telah rusak.”(HR. Ahmad).


Dalam riwayat yang lain :

أُناَسٌصَالِحُوْنَفِيأُنَاسٍسُوْءٍكَثِيْرٍ،مَنْيَعْصِيْهِمْأَكْثَرُمِمَّنْيُطِيْعُهُمْ

“Orang-orang shalih yang berada di tengah-tengah orang-orang jahat yang banyak, yang mengingkari mereka jumlahnya lebih banyak daripada yang menta’ati mereka.”(HR. Ahmad)

Itulah sifat orang asing yang beruntung, mereka adalah generasi shalih dan menjadikan yang lain ikut shalih, tidak banyak yang mengikuti bahkan yang banyak adalah yang memusuhi, namunmereka selalu bergerak berdakwah kepada manusia mengajak kepada agama yang mulia ini.

Ketahuilah saudariku muslimah, bahwa dunia dan segala perhiasannya akan cepat sirna, kita kan ditanya dihapan Rabbuna segala perkara, baik yang kecil maupun yang besar, telah bersabda Nabi Kita :


لَاطَاعَةَلِمَخْلُوقٍفِيمَعْصِيَةِاللَّهِعَزَّوَجَلَّ

“Tidak ada ketaatan kepada mahkluq dalam bermaksiat kepada Allah ‘azza wajalla.”(HR. ahmad)


Ridha siapakah yang kita cari, manusiakah? sehingga kita rela meninggalkan ajaran agama hanya karena taat kepada mahluk yang berupa masyarakat, keluarga dan suami yang memaksa. Padahal telah diingatkan oleh Rasulullah SAW :


مَنْالْتَمَسَرِضَااللَّهِبِسَخَطِالنَّاسِكَفَاهُاللَّهُمُؤْنَةَالنَّاسِوَمَنْالْتَمَسَرِضَاالنَّاسِبِسَخَطِاللَّهِوَكَلَهُاللَّهُإِلَىالنَّاسِ

“Barangsiapa yang mencari keridhoan Allah sekalipun memperoleh kebencian manusia, Allah akan mencukupkan dia dari ketergantungan kepada manusia dan barangsiapa yang mencari keridhoan manusia dengan mendatangkan kemurkaan dari Allah, maka Allah akan menjadikannya bergantung kepada manusia”.(HR. At Tirmidzi ))


Jagalah keterasingan agamamu, genggamlah ia meski mungkin sepanas bara api rasanya. Janganlah engkau jual agama dan dirimu dengan dunia, ingatlah bahwa dunia adalah penjara bagi mukmin, dan surganya orang-orang kafir.

Allah Ta’ala berfirman :


“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.(QS. Ath Thalaq:2-4)


Ingatlah balasan bagi orang-orang yang asing dari generasi awal yang melihat beliau maupun genersi belakangan yang beriman dan tidak melihat beliau :



طُوبَىلِمَنْرَآنِيوَآمَنَبِيثُمَّطُوبَىثُمَّطُوبَىثُمَّطُوبَىلِمَنْآمَنَبِيوَلَمْيَرَنِيقَالَلَهُرَجُلٌوَمَاطُوبَىقَالَشَجَرَةٌفِيالْجَنَّةِ

“Beruntunglah orang yang melihat dan beriman kepadaku, kemudian beruntunglah, beruntunglah dan beruntunglah orang yang beriman kepadaku dan dia belum pernah melihatku.” Laki-laki tersebut berkata; “Apakah keberuntungan orang tersebut?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Sebuah pohon di surga.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).


Semoga Allah selalu meberikan kesabaran dalam menjalankan keta’atan dan kesabaran dalam menghadapi ujian dan tekanan, dan mamasukkan kita kedalam generasi asing yang dimaksud oleh Rasulullah SAW. Amin. (Taufiq el Hakim, Lc.)


http://www.arrisalah.net/kajian/2010/12/muslimah-dalam-keterasingan.html
Posted in Kajian | Tagged muslimah keterasingan

Profesor Amerika Ramalkan Dolar Hancur

Profesor Amerika Ramalkan Dolar Hancur

Oleh redaksi @ Rabu, 9 September 2009 — 6 komentar

Profesor Amerika Ramalkan Dolar Hancur

Dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi rontok. Adalah Profesor Ekonomi New York University Nouriel Roubini yang meramalkan luruhnya nilai dolar AS.
Profesor Roubini terkenal jago meramal ekonomi. Tiga tahun lalu, dia meramal krisis keuangan melanda dunia. Dan terbukti, sudah setahun ini, dunia terbekap krisis akut.
“Jika kita percaya menekan inflasi adalah jalan Pemerintah AS untuk menyelesaikan krisis, kita akan melihat ambruknya nilai dolar AS,” kata Roubini kepada Bloomberg.
Pangkal persoalannya adalah defisit anggaran dan utang. Bukan mustahil dolar AS akan ambruk semakin dalam jika Pemerintah AS tidak bertindak lebih serius mengontrol kedua masalah ini.
Nah, Roubini bilang, kejatuhan dolar tak terjadi dalam waktu dekat. Nilai dolar AS tak berubah banyak terhadap yen dan euro. Tapi, ada penyesuaian drastis antara dolar AS dengan mata uang negara berkembang dan pengekspor komoditas. Misalnya dengan yuan China dan mata uang negara berkembang Asia.
Ekonom Adrian Panggabean dikutio KONTAN mengatakan, “Ada peluang besar dolar AS akan jatuh”. Sebab, kini ada triliunan dolar AS di neraca Federal Reserve, sementara defisit AS US$ 2 triliun. Posisi ini berpeluang menaikkan suplai dolar AS di pasar.
Banjir dolar AS ini akan menyebabkan inflasi. Suku bunga pun tetap rendah guna meredam inflasi, sehingga imbal hasil obligasi dolar AS tetap rendah. Ujungnya, orang tak meminati dolar AS.
Investor akan berpaling ke komoditas. Tak heran, emas kemarin menembus US$ 1.000 per troy ounce. Adrian bilang, perburuan komoditas juga akan membuat bursa saham menggelembung (bubble).
Sumber: http://Hidayatullah.com

Dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi rontok. Adalah Profesor Ekonomi New York University Nouriel Roubini yang meramalkan luruhnya nilai dolar AS.

Profesor Roubini terkenal jago meramal ekonomi. Tiga tahun lalu, dia meramal krisis keuangan melanda dunia. Dan terbukti, sudah setahun ini, dunia terbekap krisis akut.


“Jika kita percaya menekan inflasi adalah jalan Pemerintah AS untuk menyelesaikan krisis, kita akan melihat ambruknya nilai dolar AS,” kata Roubini kepada Bloomberg.

Pangkal persoalannya adalah defisit anggaran dan utang. Bukan mustahil dolar AS akan ambruk semakin dalam jika Pemerintah AS tidak bertindak lebih serius mengontrol kedua masalah ini.

Nah, Roubini bilang, kejatuhan dolar tak terjadi dalam waktu dekat. Nilai dolar AS tak berubah banyak terhadap yen dan euro. Tapi, ada penyesuaian drastis antara dolar AS dengan mata uang negara berkembang dan pengekspor komoditas. Misalnya dengan yuan China dan mata uang negara berkembang Asia.


Ekonom Adrian Panggabean dikutio KONTAN mengatakan, “Ada peluang besar dolar AS akan jatuh”. Sebab, kini ada triliunan dolar AS di neraca Federal Reserve, sementara defisit AS US$ 2 triliun. Posisi ini berpeluang menaikkan suplai dolar AS di pasar.

Banjir dolar AS ini akan menyebabkan inflasi. Suku bunga pun tetap rendah guna meredam inflasi, sehingga imbal hasil obligasi dolar AS tetap rendah. Ujungnya, orang tak meminati dolar AS.


Investor akan berpaling ke komoditas. Tak heran, emas kemarin menembus US$ 1.000 per troy ounce. Adrian bilang, perburuan komoditas juga akan membuat bursa saham menggelembung (bubble).


Sumber: http://Hidayatullah.com

Menggugurkan Janin Yang Divonis Cacat Fisik

Menggugurkan Janin Yang Divonis Cacat Fisik
Oleh redaksi @ Rabu, 14 Juli 2010 — Tulis komentar


Seorang wanita sedang hamil dan telah melakukan tes USG berkali-kali, hingga dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa janin yang ada dalam kandungannya mengalami kelainan atau akan dilahirkan dalam keadaan cacat fisik dan diperkirakan tidak akan bertahan hidup lama jika dilahirkan. Bolehkah menggugurkan janin tersebut?


Jawab:


Para ulama dari berbagai mazhab, institusi dan negara dalam fatwanya menjelaskan ; haram hukumnya menggugurkan janin atau kandungan yang dianggap cacat. Jika janin belum genap 120 hari ada beberapa yang mengharamkan, namun sebagian besar membolehkannya jika memang belum ditiupkan ruh ke dalam janin tersebut atau kandungannya belum mencapai 120 hari dan sudah diupayakan berbagai usaha untuk mengobatinya.


Jika sudah ditiupkan ruh ke dalamnya, maka alasan apapun tidak boleh dijadikan dalih untuk menggugurkan kandungannya. Kondisi janin yang cacat atau penyakit lainnya tidak bisa memberikan hak kepada seseorang untuk bertindak kriminal terhadapnya. Kecuali jika tim dokter yang menanganinya menyimpulkan bahwa keberadaan janin dalam rahim bisa membahayakan nyawa atau keselamatan sang ibu, meskipun janin itu cacat atau tidak.

Bagi kedua orang tuanya hendaknya sabar, ikhlas dan ridha dalam menghadapi keputusan Allah SWT. Hendaknya banyak-banyak mengingat firman Allah :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah : 216).


فعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً

“Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An Nisa’ : 19).


عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ

فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Shuhaib berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Perkara orang mu`min mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.”(HR. Muslim).


Dalam fatwanya (21/440) Lajnah Daimah menyebutkan: “Tidak boleh menggugurkan bayi yang sudah dikandung 5 bulan meskipun terindikasi tidak mempunyai tempurung kepala bagian atas. Mudah-mudahan Allah menyembuhkannya di sisa waktu yang tersedia, dilahirkan dalam keadaan sehat sebagaimana yang terjadi pada kebanyakan orang.”


Dalam Qawanin al Fiqhiyah juga dijelaskan, “Jika rahim sudah menerima air mani maka tidak diperbolehkan untuk menganggunya apalagi jika sudah terbentuk. Dan lebih berat lagi jika sudah ditiupkan ruh ke dalamnya dikategorikan membunuh atau menghilangkan nyawa manusia sebagaimana kesepakatan ulama.” (Qawanin Fiqhiyah 2/70) (Lihat: Tanya Jawab seputar islam fatwa no: 12095, 12289, 13319; Lihat Fatwa Lajnah Daimah ; 21/249, 452, 250-251)


Posted in Konsultasi, Tanya-jawab
sumber arissalah.net

Liberalisasi Energi di Balik Pencabutan Subsidi

Liberalisasi Energi di Balik Pencabutan Subsidi

Jumat, 17 Desember 2010 | Editorial

Harga BBM akan naik lagi! Meskipun dengan modus pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, dan alasan kekurangan anggaran untuk subsidi, atau subsidi yang tidak tepat sasaran, atau alasan lain, pencabutan subsidi tersebut tak lain dari langkah liberalisasi sektor enegeri. Apa maknanya? Harga BBM di dalam negeri diserahkan pada "mekanisme pasar", atau perlahan tapi pasti akan disamakan dengan harga BBM di belahan dunia lain yang kondisi industri maupun rakyatnya jelas lebih makmur. Istilah diserahkan pada "mekanisme pasar" sesungguhnya sama dengan diserahkan pada "kehendak para perusahaan-perusahaan raksasa perminyakan" untuk menentukan harga sesuai tingkat keuntungan yang mereka inginkan.



Dalam lingkup dalam negeri, harga BBM yang dijual oleh SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) milik Pertamina menjadi sama harganya dengan harga di SPBU asing. Ekonom Ichsanudin Noersi, dalam salah satu media nasional beberapa waktu lalu, memastikan bahwa langkah pemerintah ini menuruti dikte dari Bank Dunia (Worl Bank) dan lembaga donor internasional lain, yang selama ini menjadi alat bagi kepentingan kapitalis multinasional asing.



Tak bisa dibantah, ketika pemerintah mulai mengkampanyekan rencana "pembatasan" ini bulan lalu, SPBU-SPBU milik perusahaan asing telah kebanjiran pembeli. Sejumlah media massa ibukota dua hari terakhir melaporkan kenaikan jumlah pembeli di SPBU asing seperti Shell (milik Inggris dan Belanda), Petronas (Malaysia), dan Total (asal Prancis), telah mencapai 20 persen. Belum kami temukan publikasi laporan perkembangan penjualan di SPBU milik Pertamina, namun secara logis dapat kita pastikan mengalami pengurangan. Dengan demikian pembatasan penggunaan BBM bersubsidi ini telah berdampak langsung menguntungkan SPBU-SPBU asing, dan membuka ruang yang semakin luas bagi mereka untuk meluaskan "usaha"nya ke seluruh pelosok negeri.



Sebaliknya, di sisi Pertamina, akan mengalami kerugian dengan berkurangnya pembeli akibat kalah bersaing dalam hal pelayanan maupun penyediaan BBM yang berkualitas. Terlepas bahwa perusahaan milik negara ini perlahan telah dikomersialisasi seturut kehendak hukum pasar bebas, dan Pertamina sendiri menyatakan kesiapan menghadapi persaingan bebas, namun kenyataan menunjukkan bahwa Pertamina sebagai aset strategis milik negara sedang dihancurkan secara sistematis oleh kebijakan ini. Terlebih lagi, pemotongan subsidi bagi mayoritas kendaraan roda empat ini akan berdampak langsung terhadap industri kecil dan menengah, terutama yang menggunakan kendaraan berplat hitam untuk kebutuhan operisional usahanya. Sementara rakyat miskin, seperti disampaikan berbagai penelitian maupun kenyataan empiris, harus menanggung dampak domino berupa kenaikan harga dan menurunnya daya beli.



Penolakan-penolakan terhadap pemotongan subsidi (dalam berbagai modus) ini, sejak semula, tidak pernah didengarkan dan dituruti oleh pemerintahan. Pemerintah memilih untuk patuh pada perintah lembaga donor asing yang mewakili kepentingan imperialis minyak. Meski demikian, sikap penolakan perlu dan harus tetap ditunjukkan bahkan dengan lebih keras. Pihak-pihak yang berkepentingan, baik kalangan pengusaha kecil-menengah, buruh, nelayan, dan kaum miskin, serta seluruh kekuatan-kekuatan politik pro kepentingan nasional perlu bersatu-padu menyatakan penolakan terhadap rencana pemerintah ini. Atau, kita akan semakin terhisap dan terjajah oleh kepentingan para imperialis minyak yang telah bersekongkol dengan pemerintah berkuasa.



Anda dapat menanggapi Editorial kami di: redaksiberdikari@yahoo.com

http://berdikarionline.com/editorial/20101217/liberalisasi-energi-di-balik-pencabutan-subsidi.html

Pernak-Pernik Seputar Wudhu

Pernak-Pernik Seputar Wudhu



Share


Penulis: Ummu Ziyad

Muroja’ah: Ust. Aris Munandar


Menyentuh Lawan Jenis Pembatal Wudhu?


Kehidupan yang diatur syari’at, terkadang menjadi terbolak-balik dikarenakan tidak mengilmui tentang syari’at itu sendiri. Salah satunya, seorang pria begitu mudahnya bersentuh dan menyentuh wanita di berbagai waktu dan tempat, namun ketika saat berwudhu, seakan-akan lebih baik ditancapkan besi daripada menyentuh wanita karena dianggap dapat membatalkan wudhu.


Tahukah engkau saudariku, ternyata ada perbedaan di antara ulama, apakah menyentuh lawan jenis termasuk hal yang membatalkan wudhu. Insya Allah, pendapat yang lebih kuat adalah tidak membatalkan wudhu. Adapun maksud firman Allah dalam surat Al-Maidah yang berbunyi


“Atau kalian menyentuh wanita.” (Qs. Al-Maidah:6)


Maksud menyentuh perempuan pada ayat tersebut adalah bersetubuh sebagaimana pendapat Ibnu Abbas dan sekelompok ulama yang lain. Dan hal ini juga dikuatkan oleh perbuatan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian shalat tanpa kembali berwudhu.

(Shahih Tirmidzi)


Namun, hal ini bukan berarti kita boleh menyentuh lawan jenis (yang bukan mahrom) seenaknya saja. Karena hukum pembatal wudhu dan menyentuh lawan jenis adalah hukum yang berbeda.Jika seseorang menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom, tetap mendapat dosa berdasarkan banyak dalil yang menunjukkan hal ini. Jadi sekali lagi bedakanlah dua hal ini.


Urutan Wudhu


Urut-urutan wudhu yang kita ketahui tentu telah kita hafal dan telah kita laksanakan. Dimulai dari membasuh tangan, kemudian berkumur dan istinsyaq sampai diakhiri dengan membasuh kaki kanan dan kiri.


Tahukah engkau saudariku, hukum tertib urut dalam berwudhu sebagaimana lazim kita ketahui ternyata tidak wajib. Ternyata Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah melakukan wudhu dengan urutan yang berbeda. Sebagaimana diriwayatkan dari Miqdam bin Ma’dikarib yang berkata,


“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah dibawakan air wudhu kemudian berwudhu membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian membasuh wajahnya 3 kali, kemudian membasuh kedua tangannya 3 kali, kemudian kumur-kumur dan mengeluarkan air yang telah dimasukkan ke dalam hidung 3 kali, kemudian mengusap kepalanya dan dua telinganya.” (Shahih. HR. Abu Dawud)


Namun, lebih utama jika kita melakukannya secara urut karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam biasa melakukannya secara urut.


Membasuh Ujung/Sebagian Rambut


Tentu sering kita lihat, baik di tempat umum, atau dari tayangan televisi ketika adzan maghrib dikumandangkan dan terlihat adegan-adegan orang mengambil wudhu. Salah satu di antaranya adalah memercikkan rambut ke ujung rambut sampai tiga kali.




Tahukah engkau saudariku, dalam ayat Al-Quran surat Al-Maidah, perintahnya adalah membasuh kepala. Dan dalam praktek wudhu Rasulullah shallallahu誕laihi wa sallam pun, mencontohkanya dengan membasuh seluruh kepala dari depan sampai belakang kemudian dibalikkan lagi ke depan.


Ada beberapa orang yang berpendapat bolehnya mengusap sebagian rambut dengan dalil dari Mughirah bin Syu’bah yang berkata,


“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berwudhu, beliau mengusap imamah (surban kepala). Secara kebetulan rambut beliau di bagian depan keluar dan beliau mengusap seluruh imamahnya.”


Tahukah engkau saudariku, dalil ini bahkan menguatkan wajibnya mengusap seluruh bagian kepala, karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengusap seluruh imamahnya sampai ke belakang kemudian mengembalikannya lagi. Jika hanya sebagian kepala saja yang boleh, maka mengapa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak mengusap rambut di bagian depan saja? Cobalah direnungkan hal ini wahai saudariku.


Adapun menjadikan dalil di atas sebagai rukhsoh maka diperbolehkan, yaitu diperbolehkan bagi wanita yang sedang mengenakan jilbabnya cukup mengusapkan seukuran kepala. (hal ini masuk ke dalam pembahasan mengusap khuf)


Haruskah 3 Kali?


Syari’at Islam memang sangat sempurna. Bayangkan jika kita dikejar-kejar waktu keberangkatan pesawat. Kemudian kita wajib melaksanakan segala hal secara sempurna dan diulang 3 kali selama berwudhu, kemudian disambung dengan shalat. Atau ketika kita mendapati waktu shalat yang tinggal sedikit dikarenakan udzur syar’i? Rasanya jadi ingin menangis di tengah-tengah wudhu tersebut bukan?


Tahukah engkau saudariku, syari’at Islam memang sempurna dan mengandung banyak kemudahan. Ternyata Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah berwudhu dengan pembasuhan sebanyak 1 kali dan pernah pula dengan pengulangan pembasuhan sebanyak 2 kali. Hal ini diceritakan oleh sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang sangat pemalu yaitu Utsman bin Affan radhiallahu’anhu,


“Bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah berwudhu’ satu kali satu kali dan dua kali dua kali.” (Hasan Shahih. HR. Abu Daud & Tirmidzi)


Hal ini menunjukkan pengulangan wudhu sebanyak 3 kali adalah sunnah.

Sebaliknya, untuk mengusap bagian kepala dan telinga – yang biasanya diusap sekali- disunnahkan untuk mengusapnya sesekali sebanyak 3 kali. Sebagaimana ditunjukkan oleh Utsman bin Affan radhiallahu’anhu ketika ia berwudhu dan mengusap kepalanya tiga kali, kemudian ia berkata,


“Saya pernah melihat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bewudhu’ begini. “(Hasan Shahih. HR. Abu Daud)


Wudhu yang Sempurna


Tahukah engkau saudariku, ukuran kesempurnaan wudhu adalah seperti apa yang dicontohkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Adapun memperlama wudhu, berlebihan dalam penggunaan air dan melebihkan pembasuhan pada bagian-bagian anggota wudhu bukanlah suatu kesempurnaan wudhu. Di sisi lain kita juga tidak diperbolehkan meremehkan pembasuhan anggota-angota wudhu.

Sebagaimana dalam hadits yang diceritakan oleh Khalid bin Ma’dan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah melihat seorang laki-laki yang di punggung kakinya terdapat bagian yang tidak terkena wudhu sebesar uang dirham, maka Rasulullah shallallahu’alaih wa sallam memerintahkannya untuk mengulang wudhu’ dan shalatnya. (Shahih. HR. Abu Daud)


Maraji’:


1. Al Wajiz. Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi. Pustaka As-Sunnah. Cet. 2

2. Thaharah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf. Media Hidayah. Cet 1 2004

3. Catatan Kajian Al Wajiz bersama Ustadz Muslam 15 Maret 2004



Artikel www.muslimah.or.id

Selamatkan Indonesia Dengan Syariah Menuju Indonesia Lebih Baik (Refleksi Akhir Tahun 2010 Hizbut Tahrir Indonesia)

Selamatkan Indonesia Dengan Syariah Menuju Indonesia Lebih Baik (Refleksi Akhir Tahun 2010 Hizbut Tahrir Indonesia)

[Al Islam 537] TAHUN 2010 segera berakhir. Fajar tahun baru 2011 segera hadir. Sepanjang tahun 2010 banyak peristiwa ekonomi, politik, sosial, budaya dan sebagainya yang telah terjadi. Terkait sejumlah peristiwa tersebut, Hizbut Tahrir Indonesia memberikan catatan sebagai berikut:

1. Demokrasi: Sistem Cacat, Menindas Rakyat.

Demokrasi di Indonesia-sekalipun mendapatkan pujian dalam Bali Democracy Forum (10/12/2010)-tidaklah memiliki wujud nyata di tengah masyarakat. Sepanjang tahun 2010, banyak tragedi yang menunjukkan dengan jelas kecacatan sistem ini. Yang paling menonjol, Indonesia dengan demokrasinya telah menempatkan diri sebagai subordinat kepentingan negara kapitalis Amerika Serikat dan sekutunya. Kunjungan Obama ke negeri ini menjadi simbol dari pola hubungan tersebut. Demikian juga perang melawan teror yang diadopsi Pemerintah Indonesia yang merupakan turunan dari GWOT (global war on terrorism)-nya AS.

Wajah buruk demokrasi terkuak. Hanya karena diberi label ‘Perang Melawan Terorisme’, sistem demokrasi kemudian membiarkan adanya penculikan, penahanan paksa dan rahasia serta penyiksaan. Korbannya semuanya Muslim. Semua itu legal hanya karena alasan demi kepentingan keamanan nasional. Sistem ini telah membuang hak asasi manusia dan prinsip-prinsip keadilan hukum. Sistem demokrasi telah menunjukkan jatidirinya yang asli: menindas rakyat.

Sistem ini pun meniscayakan perselibatan pihak penguasa dengan pengusaha. Pengusaha berkepentingan untuk mendapatkan dukungan kekuasaan demi usahanya. Sebaliknya, penguasa memerlukan dukungan (modal) pengusaha untuk meraih dan mempertahankan kekuasaannya. Walhasil, demokrasi hanyalah ‘kuda tunggangan’ bagi kedua kelompok ini, sementara rakyat hanya dijadikan obyek eksploitasi kepentingan mereka. Wajar jika banyak keputusan, kebijakan, UU atau peraturan yang dihasilkan melalui proses demokrasi nyata-nyata lebih berpihak kepada mereka ketimbang kepada rakyat. Inilah demokrasi-sebuah sistem yang cacat dan mengabaikan rakyat, yang tak layak diadopsi oleh umat Islam.

2. DPR: Fasilitas ‘Wah’, Kinerja Rendah.

Gaji setiap anggota DPR saat ini sangatlah besar. Belum lagi tunjangannya yang bermacam-macam dan rata-rata juga gede. Totalnya puluhan juta rupiah perbulan. Meski begitu, berbagai upaya tetap dilakukan untuk terus menumpuk kekayaan dan fasilitas mewah para anggota DPR. Selain usulan dana aspirasi, DPR juga berencana membangun gedung baru, yang akan menghabiskan biaya Rp 1,8 triliun. Gedung itu juga akan dilengkapi dengan pusat kebugaran dan spa.

Para anggota DPR pun getol jalan-jalan keluar negeri dengan judul ‘studi banding’. Biayanya sepanjang tahun 2010 dianggarkan Rp 162,9 miliar. Jika dibagi rata kepada 560 anggota DPR, setiap orang mendapat Rp 290,97 juta setahun atau Rp 24,25 juta setiap bulan. Anggaran sebesar ini hanya untuk kunjungan kerja ke luar negeri. Anggaran kunjungan di dalam negeri malah lebih besar lagi. Audit Badan Pemeriksa Keuangan Juni 2009 menyatakan disclaimer (tidak memberikan pendapat) terhadap pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas pimpinan dan anggota DPR untuk tahun anggaran 2007 dan 2008 yang seluruhnya berjumlah Rp 341,34 miliar.

Dengan semua fasilitas yang serba ‘wah’ itu, bagaimana prestasinya? Ternyata, kinerja DPR dalam kurun terakhir ini sangat buruk. Mahkamah Konstitusi menilai, produk legislasi DPR selama ini banyak yang tak beres karena menyimpang dari arah dan strategi Program Legislasi Nasional. Dalam lima tahun terakhir, MK telah membatalkan 58 UU yang dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah dari 108 UU yang diujimaterikan. Bahkan ada UU yang diuji lebih dari sekali. Selesai pasal ini, ganti pasal lainnya yang diuji. Misalnya, UU Pemerintah Daerah diuji lebih dari 5 kali, Undang-Undang KPK diuji 9 kali, Undang-Undang Pemilu diuji 8 kali.

Banyak produk UU yang ujung-ujungnya juga hanya memenuhi kepentingan individu, kelompok tertentu yang ada dalam oligarki kekuasaan serta pihak asing. Untuk rakyat cukup janji-janji kosong tentang perubahan. Faktanya, meski banyak produk UU dihasilkan, rakyat tak pernah beranjak dari penderitaannya.

3. State Corruption.

Korupsi di negeri ini makin sistemik. Artinya, korupsi bukan lagi dilakukan oleh satu-dua orang, tetapi oleh banyak orang secara bersama-sama. Terungkapnya kasus Gayus menunjukkan hal itu. Yang jauh lebih berbahaya adalah saat negara justru menjadi pelaku korupsi melalui utak-atik kebijakan dan peraturan. Inilah yang disebut state corruption (korupsi negara). Skandal Bank Century dan IPO Krakatau Steel adalah contoh nyata. Kasus itu diduga telah merugikan negara triliunan rupiah. Segala usaha pemberantasan korupsi menjadi tak banyak artinya karena pelakunya adalah negara yang dilegalisasi oleh dirinya sendiri.

4. Kebijakan Ekonomi Liberal.

Saat ini makin banyak kebijakan ekonomi liberal yang dikeluarkan pemerintah. Di antaranya adalah kenaikan tarif listrik (TDL), privatisasi sejumlah BUMN dan rencana pembatasan subsidi BBM. Kenaikan TDL sebetulnya bisa dihindari andai PLN mendapat pasokan gas. Anehnya, produksi gas yang ada, seperti Gas Donggi Senoro, 70%-nya malah akan dijual ke luar negeri.

Demikian pula privatisasi sejumlah BUMN. Bila alasannya untuk menambah modal, mengapa tak diambil dari APBN atau dari penyisihan keuntungan? Bila untuk bank kecil seperti Bank Century yang milik swasta, Pemerintah dengan sigap menggelontorkan uang lebih dari Rp 6 triliun, mengapa untuk perusahaan milik negara langkah seperti itu tak dilakukan?

Adapun rencana pembatasan BBM tak lebih merupakan usaha Pemerintah untuk menuntaskan liberalisasi sektor Migas seperti yang digariskan IMF. Kebijakan itu tentu akan membuat perusahaan asing leluasa bermain di sektor hulu dan hilir (ritel/eceran). SPBU-SPBU asing akan mengeruk keuntungan besar dengan kebijakan ini. Ini tentu sebuah ironi besar. Bagaimana mungkin rakyat membeli barang milik mereka dari pihak asing dengan harga yang ditentukan oleh mereka, justru di dalam rumah mereka sendiri?

Kebijakan ekonomi yang makin liberal itu tentu makin memberatkan kehidupan ekonomi rakyat. Pengangguran pun makin meningkat. Akibatnya, sebagian dari mereka pun mencari kerja ke luar negeri. Namun, bukan uang yang didapat, tetapi penderitaan dan penyiksaan seperti yang menimpa Sumiati, bahkan pembunuhan seperti yang dialami Kikim Komalasari dan sejumlah TKW lain.

5. Intervensi Asing.

DPR yang diidealkan menjadi wakil rakyat, realitasnya justru menjadi alat pengesah campur tangan asing. UU SDA yang dihasilkan DPR, misalnya, tak lain merupakan pesanan dari Bank Dunia. UU lain seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Minerba, UU Kelistrikan dll juga diduga sarat kepentingan asing.

Di sisi lain, intervensi asing, khususnya Amerika Serikat, bakal kian kokoh setelah naskah Kemitraan Komprehensif ditandatangani Pemerintah. Kunjungan Obama bulan lalu makin memperkuat cengkeraman kuku negara imperialis itu di negeri ini. Terungkapnya sejumlah dokumen diplomatik penting terkait Indonesia melalui situs Wikileaks hanyalah menegaskan tentang adanya campur tangan AS terhadap negeri ini.

6. Isu Terorisme dan Kebrutalan Densus 88.

Isu terorisme di tahun 2010 tak juga kunjung padam. Sejumlah kasus yang diklaim sebagai tindak terorisme seperti perampokan Bank CIMB - Niaga di Medan terjadi. Namun, dari investigasi yang dilakukan, terkuak sejumlah kejanggalan sekaligus kezaliman yang dilakukan Densus 88. Hal ini dipertegas oleh kesimpulan yang dilakukan Komnas HAM. Namun, Densus 88 tetap bergeming. Operasi jalan terus, nyaris tanpa kendali dan kontrol. Korban mungkin masih akan kembali berjatuhan di tahun-tahun mendatang, yang semuanya adalah Muslim.

7. Konflik Umat dan Aliran Sesat.

Sejumlah konflik umat terjadi di tahun 2010. Sesungguhnya konflik itu timbul bukan dipicu oleh umat Islam seperti yang banyak dituduhkan. Konflik umat dengan kelompok Ahmadiyah, misalnya, terjadi karena kelompok ini memang keras kepala. Mereka tak menaati SKB Tiga Menteri. Demikian juga konflik umat Islam dengan kelompok Kristen, terjadi karena mereka tak menaati ketentuan menyangkut pendirian tempat ibadah. Persoalan makin rumit saat mereka-dengan dukungan media massa dan jaringan LSM internasional-memaksakan kehendak. Terjadilah apa yang disebut ‘tirani minoritas’ yang merugikan kaum Muslim, penduduk mayoritas negeri ini.

8. Musibah dan Bencana.

Sepanjang tahun 2010 negeri ini diwarnai oleh banyak bencana: tsunami di Mentawai, longsor di Wasior Papua dan letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah/DIY. Bencana tersebut menyisakan sebuah ironi. Bila diyakini bahwa segala bencana itu adalah karena qudrah (kekuatan) dan iradah (kehendak) Allah SWT, lalu mengapa pada saat yang sama kita tetap tak mau tunduk dan taat kepada Allah SWT dalam kehidupan kita? Mengapa bangsa ini tak segera menerapkan syariah-Nya secara total dalam seluruh aspek kehidupan sebagai bukti ketaatannya kepada Allah SWT? Haruskah bangsa ini menunggu teguran lain berupa bencana yang lebih besar lagi?

Sikap Hizbut Tahrir Indonesia

Berkenaan dengan kenyataan di atas, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1. Ada dua faktor utama di balik berbagai persoalan yang timbul, khususnya di sepanjang tahun 2010 ini: sistem yang bobrok (yakni sistem Kapitalisme-sekular, termasuk demokrasi di dalamnya) dan pemimpin (penguasa/wakil rakyat) yang tak amanah. Karena itu, bila kita ingin sungguh-sungguh lepas dari berbagai persoalan di atas, kita harus memilih sistem yang baik dan pemimpin yang amanah. Sistem yang baik hanya datang dari Zat Yang Mahabaik, Allah SWT. Itulah syariah Islam yang diterapkan dalam sistem Khilafah. Adapun pemimpin yang amanah adalah yang mau sungguh-sungguh menjalankan sistem yang baik itu itu.

2. Di sinilah sesungguhnya pentingnya seruan ”Selamatkan Indonesia dengan Syariah-Menuju Indonesia Lebih Baik”. Sebab, hanya dengan sistem yang berdasarkan syariah dalam institusi Khilafah dan dipimpin oleh pemimpin yang amanah (khalifah) Indonesia benar-benar bisa menjadi lebih baik. Dengan itu kerahmatan Islam bagi seluruh alam bisa diwujudkan secara nyata.

3. Karena itu, hendaknya seluruh umat Islam, khususnya mereka yang memiliki kekuatan dan pengaruh, berusaha dengan sungguh-sungguh memperjuangkan penerapan syariah dan Khilafah di negeri ini. Hanya dengan syariah dan Khilafah saja kita bisa menyongsong tahun mendatang dengan lebih baik.

Sebagai catatan akhir, marilah kita merenungkan ayat ini:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّـهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).

Komentar al-islam:

AS tembakan 110 rudal ke Pakistan selama tahun 2010; banyak korban dari warga sipil (Republika, 28/12/2010).

Belumkah cukup bukti bahwa AS-lah teroris sejati?!

Pengikut

Arsip Blog