Utang, ‘Bom Waktu’ Amerika
Jumlah utang pemerintah Amerika Serikat yang terus menggunung dikhawatirkan membuat negara tersebut kembali terjerumus ke dalam resesi yang kedua setelah resesi 2008 (double-dip recession).
Ekonom dari Universitas Gajah Mada A. Tony Prasetiantono mengungkapkan sepanjang 2010 saja Amerika sudah menambah utang baru sebanyak US$ 1,2 triliun.
Walhasil, saat ini total utang Negeri Abang Sam sudah mencapai US$ 12 triliun. Jika dibandingkan dengan total produk domestik bruto (PDB) negara itu yang sebesar US$ 14,5 triliun, rasio utang terhadap PDB Amerika sudah 82,7 persen.
Bandingkan dengan rasio utang terhadap PDB Indonesia yang hanya sebesar 27 persen. “Potensi krisis utang di sana besar sekali,” ujar Tony ketika dihubungi kemarin (28/12).
Rasio utang yang sangat tinggi ini terjadi karena Amerika menyelamatkan ekonominya dengan mempertinggi defisit anggaran negara. Defisit tersebut kemudian ditutupi dengan menciptakan utang baru lewat obligasi negara.
“Langkah itu terpaksa diambil karena Amerika tidak punya pilihan lain untuk menggenjot pertumbuhan ekonominya,” tutur mahasiswa teladan I UGM 1985 ini.
Sebelumnya, kata Tony yang kini menjabat Komisaris Independen Bank Permata, Amerika sudah menurunkan suku bunga dengan tujuan agar konsumsi dan produksi barang naik. Tapi langkah ini gagal. Konsumsi tak mau bergerak.
Setelah kebijakan moneter gagal, pilihannya tinggal kebijakan fiskal, yakni menaikkan pajak atau menciptakan utang baru. Tentu saja, di tengah kesulitan ekonomi kebijakan menaikkan pajak sangat tidak populer.
Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook Oktober 2010 juga mengingatkan agar pemerintah Amerika segera melakukan konsolidasi fiskal tahun depan untuk mengamankan anggarannya.
Menurut IMF, defisit Amerika yang mencapai 10 persen PDB pada tahun 2011 dan 2012, serta rasio utangnya yang diperkirakan sebesar 110 persen pada 2015 harus dikelola dengan cerdik supaya tidak membahayakan pemulihan ekonomi.
Tidak hanya di Amerika, hantu krisis utang juga gentayangan di Eropa. Beberapa negara Eropa seperti Yunani, Italia, dan Belgia mempunyai rasio utang lebih dari 100 persen PDB.
Bukan berarti negara-negara Eropa lainnya aman, karena rasio utang Irlandia, Portugal, dan Prancis di atas 80 persen. “Padahal, rasio utang terhadap PDB yang aman sekitar 30 persen,” kata Tony.
mencatat, dua di antara negara-negara Eropa tersebut yakni Yunani dan Irlandia, sudah menengadahkan tangan meminta bantuan dana kepada Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).(tempointeraktif.com, 29/12/2010)
Sabtu, 01 Januari 2011
Uang Panas Kuras Anggaran Negara RI
Uang Panas Kuras Anggaran Negara RI
Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
Uang rakyat sebesar Rp 30 tilyun melayang sia-sia karena masuknya uang panas asing. BI mengalami negative spread karena membeli valas dengan bunga 6,5 persen. Inilah aksi kriminal yang sesungguhnya!
Jika modal BI makin tipis akibat bea Sterilisasi Moneter untuk meredam dampak negatif uang pasan terhadap perekonomian domestik, pemerintah melalui anggaran negara (APBN) harus menambah modal bank sentral. Bila tidak, rupiah akan terjun bebas nilainya di pasar valas. Arus masuk dana asing spekulatif dan berjangka pendek yang kian deras, membengkakkan defisit neraca Bank Indonesia dan menipiskan modal bank sentral akibat naiknya biaya sterilisasi moneter tersebut.
Ini berarti rakyatlah yang harus menanggung beban, karena kalahnya pertahanan BI untuk menjaga nilai rupiah dari gempuran spekulan valas melalui Hot Money. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa dalam pertarungan antara spekulan valas melawan bank sentral negara manapun di dunia ini, senantiasa dimenangkan oleh spekulan valas. Pemerintah negara yang mata uangnya 'diserang' selalu tekor dan mengalami defisit anggaran negara, karena tersedot untuk menalangi pembelian valas guna menjaga nilai mata uangnya.
Padahal, pemerintah RI selama ini selalu mengandalkan pinjaman asing untuk menutup sebagian defisit anggaran. Ironisnya, dana asing berupa Hot Money tersebut pada akhirnya harus ditanggulangi dengan pinjaman dana asing pula. Inilah perampokan uang rakyat oleh spekulan di pasar valas. Tapi anehnya, kejahatan ini tidak dikategorikan sebagai tindak kriminal. Bahkan konyolnya, malah dihormati oleh rezim pemerintah kita, seperti sambutan hangat kepada pelaku spekulan, George Soros misalnya.
Direktur Keuangan Internal BI, Harti Haryani mengatakan neraca keuangan BI tahun 2010 ini diperkirakan defisit Rp 30 trilyun atau melebihi target awal sebesar Rp 22,3 trilyun. Dia menjelaskan, defisit tersebut disebabkan oleh besarnya anggaran kebijakan untuk operasi moneter yang dikeluarkan BI guna menstabilkan nilai tukar rupiah akibat derasnya arus masuk Hot Money pada tahun ini.
'Sampai Oktober, defisit anggaran BI sudah 26 trilyun. Perkiraannya, sampai akhir tahun defisit sekitar Rp 30 trilyun' kata Harti. Menurut dia, pengeluaran anggaran kebijakan Bi guna melakukan operasi moneter hingga Oktober telah mencapai Rp 24,8 trilyun. Defisit neraca BI itu, kata dia, berdampak pada permodalan BI yang turun dari 93,5 triyun rupiah pada tahun 2009, menjadi 73,4 trilyun rupiah pada Oktober lalu.
'Dengan defisit yang diperkirakan Rp 30 trilyun, maka modal BI sampai akhir tahun 2010 masih sekitar Rp 39 trilyun,' ujar Harti. Dalam UU Bank Indonesia, lanjut dia, ada pasal yang menyebutkan: Jika modal BI turun menjadi Rp 2 trilyun, maka pemerintah wajib memberikan tambahan modal kepada BI. Saat ini , BI menanggung beban berat akibat intervensi pasar valas untuk menstabilkan rupiah akibat serbuan Hot Money. BI mengalami Negative Spread karena membeli valas dengan bunga 6,5 persen.
Uang Panas Masuk Lagi
Kepala Biro Humas BI, Difi Ahmad Johansyah, Selasa 14 Desember 2010 mengatakan, Hasil Operasi Pasar Terbuka BI menunjukkan selama pekan kedua Desember 2010, dana asing kembali membanjiri pasar keuangan Indonesia. Jumlahnya mencapai Rp 5,19 trilyun atau setara dengan USD 589 juta. Menurut Difi, keputusan European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga pada level 1,0 persen menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi preferensi investor asing pada emerging market atau pelarian modal asing ke Indonesia. Hal itu tercermin dari meningkatnya kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) oleh investor asing.
'Selama sepekan, SUN asing naik sebesar Rp 1,7 trilyun hingga meningkatkan pangsa SUN asing dari 30,26 persen menjadi 30,58 persen,' imbuh Difi.
Ekonom BI Adalah Siswa Mata Uang Yang Paling Dungu?
Sejak koin Dinar dan Dirham dicetak dan beredar di tanah air mulai tahun 2000 hingga hari ini, perhatian petinggi BI untuk mempelajari kedua Nuqud Nabawi ini cukup tinggi. Mereka telah beberapa kali mengirimkan orang-orang 'pinternya' untuk berguru pada ahli mata uang (Numismatik) tentang Dinar dan Dirham, dengan mengikuti berbagai seminar di dalam negeri maupun mancanegara, seperti pada Konferensi Mata Uang Dinar Dirham di Putra Jaya Malaysia, 2002, misalnya. Tapi sayangnya, mereka tidak mau menerapkan apa yang telah dipelajari. Maka pantaslah, kalau Ekonom BI mendapati julukan : Siswa Ilmu Mata Uang yang Paling Dungu. Kenapa?
Orang awam saja telah sadar akan kelemahan dari sistem mata uang kertas yang biadab dan penuh aksi tipu muslihat ini, dan segera mengamankan dan mempertahankan aset mereka dengan Dinar dan Dirham. Sebab sudah menjadi rahasia umum, bahwa uang kertas negara manapun di dunia ini selalu mengalami inflasi 20-30 persen per tahun. Jadi untuk apa gelar profesor dan doktor yang diraih para ekonom dungu ini? Untuk sekedar gagah-gagahan saja? [SF]
http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Uang.Panas.Kuras.Anggaran.Negara.RI/631/id
12/30/2010 5:19 AM
Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
Uang rakyat sebesar Rp 30 tilyun melayang sia-sia karena masuknya uang panas asing. BI mengalami negative spread karena membeli valas dengan bunga 6,5 persen. Inilah aksi kriminal yang sesungguhnya!
Jika modal BI makin tipis akibat bea Sterilisasi Moneter untuk meredam dampak negatif uang pasan terhadap perekonomian domestik, pemerintah melalui anggaran negara (APBN) harus menambah modal bank sentral. Bila tidak, rupiah akan terjun bebas nilainya di pasar valas. Arus masuk dana asing spekulatif dan berjangka pendek yang kian deras, membengkakkan defisit neraca Bank Indonesia dan menipiskan modal bank sentral akibat naiknya biaya sterilisasi moneter tersebut.
Ini berarti rakyatlah yang harus menanggung beban, karena kalahnya pertahanan BI untuk menjaga nilai rupiah dari gempuran spekulan valas melalui Hot Money. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa dalam pertarungan antara spekulan valas melawan bank sentral negara manapun di dunia ini, senantiasa dimenangkan oleh spekulan valas. Pemerintah negara yang mata uangnya 'diserang' selalu tekor dan mengalami defisit anggaran negara, karena tersedot untuk menalangi pembelian valas guna menjaga nilai mata uangnya.
Padahal, pemerintah RI selama ini selalu mengandalkan pinjaman asing untuk menutup sebagian defisit anggaran. Ironisnya, dana asing berupa Hot Money tersebut pada akhirnya harus ditanggulangi dengan pinjaman dana asing pula. Inilah perampokan uang rakyat oleh spekulan di pasar valas. Tapi anehnya, kejahatan ini tidak dikategorikan sebagai tindak kriminal. Bahkan konyolnya, malah dihormati oleh rezim pemerintah kita, seperti sambutan hangat kepada pelaku spekulan, George Soros misalnya.
Direktur Keuangan Internal BI, Harti Haryani mengatakan neraca keuangan BI tahun 2010 ini diperkirakan defisit Rp 30 trilyun atau melebihi target awal sebesar Rp 22,3 trilyun. Dia menjelaskan, defisit tersebut disebabkan oleh besarnya anggaran kebijakan untuk operasi moneter yang dikeluarkan BI guna menstabilkan nilai tukar rupiah akibat derasnya arus masuk Hot Money pada tahun ini.
'Sampai Oktober, defisit anggaran BI sudah 26 trilyun. Perkiraannya, sampai akhir tahun defisit sekitar Rp 30 trilyun' kata Harti. Menurut dia, pengeluaran anggaran kebijakan Bi guna melakukan operasi moneter hingga Oktober telah mencapai Rp 24,8 trilyun. Defisit neraca BI itu, kata dia, berdampak pada permodalan BI yang turun dari 93,5 triyun rupiah pada tahun 2009, menjadi 73,4 trilyun rupiah pada Oktober lalu.
'Dengan defisit yang diperkirakan Rp 30 trilyun, maka modal BI sampai akhir tahun 2010 masih sekitar Rp 39 trilyun,' ujar Harti. Dalam UU Bank Indonesia, lanjut dia, ada pasal yang menyebutkan: Jika modal BI turun menjadi Rp 2 trilyun, maka pemerintah wajib memberikan tambahan modal kepada BI. Saat ini , BI menanggung beban berat akibat intervensi pasar valas untuk menstabilkan rupiah akibat serbuan Hot Money. BI mengalami Negative Spread karena membeli valas dengan bunga 6,5 persen.
Uang Panas Masuk Lagi
Kepala Biro Humas BI, Difi Ahmad Johansyah, Selasa 14 Desember 2010 mengatakan, Hasil Operasi Pasar Terbuka BI menunjukkan selama pekan kedua Desember 2010, dana asing kembali membanjiri pasar keuangan Indonesia. Jumlahnya mencapai Rp 5,19 trilyun atau setara dengan USD 589 juta. Menurut Difi, keputusan European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga pada level 1,0 persen menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi preferensi investor asing pada emerging market atau pelarian modal asing ke Indonesia. Hal itu tercermin dari meningkatnya kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) oleh investor asing.
'Selama sepekan, SUN asing naik sebesar Rp 1,7 trilyun hingga meningkatkan pangsa SUN asing dari 30,26 persen menjadi 30,58 persen,' imbuh Difi.
Ekonom BI Adalah Siswa Mata Uang Yang Paling Dungu?
Sejak koin Dinar dan Dirham dicetak dan beredar di tanah air mulai tahun 2000 hingga hari ini, perhatian petinggi BI untuk mempelajari kedua Nuqud Nabawi ini cukup tinggi. Mereka telah beberapa kali mengirimkan orang-orang 'pinternya' untuk berguru pada ahli mata uang (Numismatik) tentang Dinar dan Dirham, dengan mengikuti berbagai seminar di dalam negeri maupun mancanegara, seperti pada Konferensi Mata Uang Dinar Dirham di Putra Jaya Malaysia, 2002, misalnya. Tapi sayangnya, mereka tidak mau menerapkan apa yang telah dipelajari. Maka pantaslah, kalau Ekonom BI mendapati julukan : Siswa Ilmu Mata Uang yang Paling Dungu. Kenapa?
Orang awam saja telah sadar akan kelemahan dari sistem mata uang kertas yang biadab dan penuh aksi tipu muslihat ini, dan segera mengamankan dan mempertahankan aset mereka dengan Dinar dan Dirham. Sebab sudah menjadi rahasia umum, bahwa uang kertas negara manapun di dunia ini selalu mengalami inflasi 20-30 persen per tahun. Jadi untuk apa gelar profesor dan doktor yang diraih para ekonom dungu ini? Untuk sekedar gagah-gagahan saja? [SF]
http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Uang.Panas.Kuras.Anggaran.Negara.RI/631/id
12/30/2010 5:19 AM
Warga Dunia Serbu Koin Perak
Warga Dunia Serbu Koin Perak
Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Dalam mengantisipasi krisis finansial global para pengamat menyerukan warga dunia agar menggunakan perak. Kesempatan terbaik ada pada umat Islam.
Nama Robert T Kiyosaki sangat dikenal secara internasional karena buku-bukunya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Ia menulis sekitar lima belas buku laris, yang petama dan terpopuler adalah Cashflow Quadrant: Rich Dad's Guide to Financial Freedom (2000). Dan tahukah resep terakhir dari Kiyosaki bagi masyarakat untuk menyelamatkan asetnya? 'Belilah perak!' Resep 'Belilah perak!' (lihat http://www.youtube.com/watch?v=7D4zjkv1Ssw&feature=player_detailpage#t=242s) ini ia kampanyekan sejak 2009 lalu. Salah satu latar belakangnya, tentu saja, adalah krisis finansial yang terjadi di Amerika akhir 2008 lalu, akibat runtuhnya kredit perumahan di sana yang menyadarkan banyak orang tentang gelembung ekonomi berbasis uang kertas. Pada 2010 kampanye untuk memegang perak kembali disuarakan, kali ini oleh Max Keiser, juga seorang kritikus dan penasehat keuangan.
Bagi kaum Muslim, seruan untuk memegang perak ini tentulah sangat tepat dan mudah diikuti, dengan telah beredarnya koin Dirham secara luas melalui 90-an wakala yang tersebar di Indonesia. Secara riil kemampuan Dirham perak dalam menjaga nilainya semakin terbukti, dan dalam keadaan sekarang, bahkan melebihi kemampuan emas. Mengapa? Karena rasio nilai emas dan perak saat ini sangat besar sekitar 1:50, sedangkan dalam waktu yang sangat lama rasionya adalah 1�:15 (lihat Diagram 2). Ini terjadi sejak akhir tahun 1970an, bahkan pernah mencapai titik terendahnya sampai di bawah 1:90 pada awal 1990an (lihat Diagram 1).
Kalau panduan yang kita gunakan merujuk kepada apa yang diajarkan oleh Rasulullah, sallalahu alayhi wa sallam, melalui hukum zakat dan konteks historis di Madinah saat hukum itu ditetapkan, rasio nilai Dirham:Dinar ini bahkan seharusnya antara 1�:10 dan 1�:12. Artinya harga perak saat ini sangatlah murah. Inilah saat yang tepat dan baik untuk memperbanyak jumlah Dirham perak yang ada di masyarakat, dengan cara menukarkannya dengan uang kertas, atau melalui transaksi perdagangan, sedekah, dan pembagian zakat. Secara empiris kenaikan nilai tukar Dirham perak dalam setahun terakhir ini memang sangat tinggi, dari Rp. 27.500 (Agustus 2009) menjadi Rp 42.500 (Desember 2010). Artinya nilainya naik sebesar 54.5%/tahun atau 4.5%/bulan.
Di masa yang akan datang kecenderungan ini akan terus terjadi, bahkan akan lebih besar lagi percepatan kenaikan nilai peraknya, karena permintaan dan penggunaannya akan jauh lebih besar. Apalagi ditunjang oleh kampanye dari orang-orang seperti Robert Kiyosaki dan Max Keiser di atas. Permintaan koin perak akan membesar dalam waktu dekat ini karena beberapa hal�:
1. Meski secara alamiah produksi perak jauh di atas produksi emas, stok perak saat ini justru lebih langka ketimbang emas.Sebab perak digunakan untuk berbagai keperluan industri, dan sebagian besar telah terkonsumi habis. Ini berbeda dengan emas yang stoknya tidak pernah berkurang, karena hanya digunakan sebagai cadangan kekayaan. Jadi, sensitifitas nilai tukar perak akan sangat tinggi terhadap peningkatan permintaannya.
2. Perak dan emas sama-sama merupakan logam mulia, tetapi harganya jauh lebih murah ketimbang emas. Sebagai koin Dirham saat ini dapat diperoleh mulai dari 1/6, �, 1, 2 dan 5 Dirham. Ini membuat perak dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
3. Bersama pasangannya Dinar Emas, Dirham perak secara praktis telah berlaku kembali dan digunakan sebagai alat tukar atau mata uang. Ini memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak memiliki uang (rupiah) pun dapat memiliki Dirham perak, melalui jual beli, barang dan jasa. Artinya seorang kuli atau tukang becak pun akan dapat memiliki Dirham perak, kalau ia meminta bayarannya dalam Dirham perak. Pemakaiannya sebagai mata uang akan mendongkrak kebutuhan koin perak secara dramatis.
4. Dirham merupakan alat pembayar zakat mal, dengan ketentuan Nisab yang lebih rendah dari Dinar, yakni 200 Dirham. Ini memberi kesempatan bagi si kaya untuk berbagai kepada si miskin, melalui pembagian zakat mal, dengan jumlah muzakki yang akan jauh lebih banyak ketimbang muzakki yang memegang Dinar emas. Dan ini berarti pemerataan kekayaan akan lebih mudah dan luas terjadi melalui koin Dirham perak. Secara umum pengenalan masyarakat Indonesia terhadap perak sejauh ini memang sangat rendah. Logam ini paling-paling dikenali sebagai bahan kerajinan perak, yang juga tak banyak diminati. Tetapi, dengan dikembalikannya fungsi perak sebagai uang dalam bentuk koin Dirham perak, pemahaman tentang perak ini telah dengan cepat kembali tersebar luas. Bisa kita harapkan permintaan perak akan melonjak dalam waktu dekat ini, yang otomatis juga akan mendongkrak nilai tukarnya.�
Lihatlah yang terjadi di Amerika Utara saat ini. U.S. Mint, pencetak koin emas dan perak di AS, kuartal pertama tahun ini saja telah menjual koin Silver Eagle jauh di atas periode-periode sebelumnya, lebih dari satu juta koin. Royal Canadian Mint, selama 2009, meningkatkan produksinya sampai 9.7 juta koin perak, Silver Maple Leafs, juga merupakan rekor tertinggi. Di Asia, setidaknya di Indonesia dan Malaysia, meski belum ada angka kongkritnya, permintaan akan koin perak ini belakangan juga sangat tinggi.
Dengan memahami karakteristik perak dalam fungsinya sebagai uang secara lebih baik, sebagaimana diuraikan di atas maka posisi perak dan emas adalah komplementer, bukan alternatif. Artinya tindakan sebagian orang yang menabung koin Dirham perak untuk suatu saat ditukarkan dengan koin Dinar emas adalah keliru. Dirham perak dan Dinar emas memiliki fungsinya sendiri-sendiri: masing-masing sebagai alat tukar benda bernilai kecil dan bernilai besar. Keduanya bisa saja ditabung, tetapi itu hanya yang memang 'bersisa', selebihnya gunakanlah untuk bertransaksi sehari-hari.
http://wakalanusantara.com/detilurl/Warga.Dunia.Serbu.Koin.Perak/612/id
12/30/2010 5:28 AM
Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Dalam mengantisipasi krisis finansial global para pengamat menyerukan warga dunia agar menggunakan perak. Kesempatan terbaik ada pada umat Islam.
Nama Robert T Kiyosaki sangat dikenal secara internasional karena buku-bukunya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Ia menulis sekitar lima belas buku laris, yang petama dan terpopuler adalah Cashflow Quadrant: Rich Dad's Guide to Financial Freedom (2000). Dan tahukah resep terakhir dari Kiyosaki bagi masyarakat untuk menyelamatkan asetnya? 'Belilah perak!' Resep 'Belilah perak!' (lihat http://www.youtube.com/watch?v=7D4zjkv1Ssw&feature=player_detailpage#t=242s) ini ia kampanyekan sejak 2009 lalu. Salah satu latar belakangnya, tentu saja, adalah krisis finansial yang terjadi di Amerika akhir 2008 lalu, akibat runtuhnya kredit perumahan di sana yang menyadarkan banyak orang tentang gelembung ekonomi berbasis uang kertas. Pada 2010 kampanye untuk memegang perak kembali disuarakan, kali ini oleh Max Keiser, juga seorang kritikus dan penasehat keuangan.
Bagi kaum Muslim, seruan untuk memegang perak ini tentulah sangat tepat dan mudah diikuti, dengan telah beredarnya koin Dirham secara luas melalui 90-an wakala yang tersebar di Indonesia. Secara riil kemampuan Dirham perak dalam menjaga nilainya semakin terbukti, dan dalam keadaan sekarang, bahkan melebihi kemampuan emas. Mengapa? Karena rasio nilai emas dan perak saat ini sangat besar sekitar 1:50, sedangkan dalam waktu yang sangat lama rasionya adalah 1�:15 (lihat Diagram 2). Ini terjadi sejak akhir tahun 1970an, bahkan pernah mencapai titik terendahnya sampai di bawah 1:90 pada awal 1990an (lihat Diagram 1).
Kalau panduan yang kita gunakan merujuk kepada apa yang diajarkan oleh Rasulullah, sallalahu alayhi wa sallam, melalui hukum zakat dan konteks historis di Madinah saat hukum itu ditetapkan, rasio nilai Dirham:Dinar ini bahkan seharusnya antara 1�:10 dan 1�:12. Artinya harga perak saat ini sangatlah murah. Inilah saat yang tepat dan baik untuk memperbanyak jumlah Dirham perak yang ada di masyarakat, dengan cara menukarkannya dengan uang kertas, atau melalui transaksi perdagangan, sedekah, dan pembagian zakat. Secara empiris kenaikan nilai tukar Dirham perak dalam setahun terakhir ini memang sangat tinggi, dari Rp. 27.500 (Agustus 2009) menjadi Rp 42.500 (Desember 2010). Artinya nilainya naik sebesar 54.5%/tahun atau 4.5%/bulan.
Di masa yang akan datang kecenderungan ini akan terus terjadi, bahkan akan lebih besar lagi percepatan kenaikan nilai peraknya, karena permintaan dan penggunaannya akan jauh lebih besar. Apalagi ditunjang oleh kampanye dari orang-orang seperti Robert Kiyosaki dan Max Keiser di atas. Permintaan koin perak akan membesar dalam waktu dekat ini karena beberapa hal�:
1. Meski secara alamiah produksi perak jauh di atas produksi emas, stok perak saat ini justru lebih langka ketimbang emas.Sebab perak digunakan untuk berbagai keperluan industri, dan sebagian besar telah terkonsumi habis. Ini berbeda dengan emas yang stoknya tidak pernah berkurang, karena hanya digunakan sebagai cadangan kekayaan. Jadi, sensitifitas nilai tukar perak akan sangat tinggi terhadap peningkatan permintaannya.
2. Perak dan emas sama-sama merupakan logam mulia, tetapi harganya jauh lebih murah ketimbang emas. Sebagai koin Dirham saat ini dapat diperoleh mulai dari 1/6, �, 1, 2 dan 5 Dirham. Ini membuat perak dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
3. Bersama pasangannya Dinar Emas, Dirham perak secara praktis telah berlaku kembali dan digunakan sebagai alat tukar atau mata uang. Ini memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak memiliki uang (rupiah) pun dapat memiliki Dirham perak, melalui jual beli, barang dan jasa. Artinya seorang kuli atau tukang becak pun akan dapat memiliki Dirham perak, kalau ia meminta bayarannya dalam Dirham perak. Pemakaiannya sebagai mata uang akan mendongkrak kebutuhan koin perak secara dramatis.
4. Dirham merupakan alat pembayar zakat mal, dengan ketentuan Nisab yang lebih rendah dari Dinar, yakni 200 Dirham. Ini memberi kesempatan bagi si kaya untuk berbagai kepada si miskin, melalui pembagian zakat mal, dengan jumlah muzakki yang akan jauh lebih banyak ketimbang muzakki yang memegang Dinar emas. Dan ini berarti pemerataan kekayaan akan lebih mudah dan luas terjadi melalui koin Dirham perak. Secara umum pengenalan masyarakat Indonesia terhadap perak sejauh ini memang sangat rendah. Logam ini paling-paling dikenali sebagai bahan kerajinan perak, yang juga tak banyak diminati. Tetapi, dengan dikembalikannya fungsi perak sebagai uang dalam bentuk koin Dirham perak, pemahaman tentang perak ini telah dengan cepat kembali tersebar luas. Bisa kita harapkan permintaan perak akan melonjak dalam waktu dekat ini, yang otomatis juga akan mendongkrak nilai tukarnya.�
Lihatlah yang terjadi di Amerika Utara saat ini. U.S. Mint, pencetak koin emas dan perak di AS, kuartal pertama tahun ini saja telah menjual koin Silver Eagle jauh di atas periode-periode sebelumnya, lebih dari satu juta koin. Royal Canadian Mint, selama 2009, meningkatkan produksinya sampai 9.7 juta koin perak, Silver Maple Leafs, juga merupakan rekor tertinggi. Di Asia, setidaknya di Indonesia dan Malaysia, meski belum ada angka kongkritnya, permintaan akan koin perak ini belakangan juga sangat tinggi.
Dengan memahami karakteristik perak dalam fungsinya sebagai uang secara lebih baik, sebagaimana diuraikan di atas maka posisi perak dan emas adalah komplementer, bukan alternatif. Artinya tindakan sebagian orang yang menabung koin Dirham perak untuk suatu saat ditukarkan dengan koin Dinar emas adalah keliru. Dirham perak dan Dinar emas memiliki fungsinya sendiri-sendiri: masing-masing sebagai alat tukar benda bernilai kecil dan bernilai besar. Keduanya bisa saja ditabung, tetapi itu hanya yang memang 'bersisa', selebihnya gunakanlah untuk bertransaksi sehari-hari.
http://wakalanusantara.com/detilurl/Warga.Dunia.Serbu.Koin.Perak/612/id
12/30/2010 5:28 AM
[mediaumat] Arim Nasim: Century dan KS Perampokan dan Perompakan oleh Negara
Arim Nasim: Century dan KS Perampokan dan Perompakan oleh Negara
Ketua Lajnah Maslahiyah DPP HTI Dr. Arim Nasim menyatakan salah satu
isu ekonomi yang belum terurai hingga akhir tahun 2010 adalah skandal
Bank Century sedangkan salah satu kasus yang muncul di tahun ini
adalah skandal Krakatau Steel.
Ia pun mengistilahkan kedua skandal yang dilakukan oleh pemerintah itu
sebagai perampokan dan perompakan. “Kalau skandal Century disebut
sebagai perampokan maka skandal Krakatau Steel adalah perompakan,”
ujarnya dalam acara REFLEKSI AKHIR TAHUN 2010: Indonesia di Jurang
Sekulerisme dan Masa Depan Syariah, Selasa (21/12) siang di Wisma
Antara, Jakarta.
Dalam talkshow bulanan Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-25 itu, ia
menegaskan ada dua faktor yang menyebabkan kasus Century yang
merugikan uang negara Rp 6,7 trilyun itu dipetieskan.
Pertama, dari sisi fakta. Proses yang dilakukan untuk bank yang kini
berubah nama menjadi Bank Mutiara ini sangat irasional. Saat itu,
Century merupakan bank yang kecil, omsetnya kecil, uang nasabah juga
kecil. Tetapi tiba-tiba dibantu pemerintah dengan dana yang jumlahnya
sepuluh kali lipat dari yang diajukan oleh DPR.
Kedua, dari sisi hukum. Aturan yang terkait dana talangan (bailout)
itu kan ada. Tapi untuk membuat perampokan ini legal, undang-undangnya
yang dirubah, dengan peraturan Bank Indonesia.
Peraturan BI itu tadinya mensyaratkan untuk bank yang berhak
mendapatkan dana talangan itu cadangan modalnya minimal 8 persen.
Tetapi dalam waktu sekejap peraturan tersebut dirubah menjadi yang
penting positif. Sehingga membuat bank yang tidak layak mendapatkan
dana talangan menjadi dapat dana secara ‘legal’.
“Ini perampokan ‘legal’ oleh negara dan pelakunya juga negara, dan
yang bertugas untuk mengurainya juga negara, selama sistem negaranya
tidak dirubah sampai kiamat pun kasus ini tidak akan pernah selesai”
tegas Arim Nasim dihadapan sekitar 300 peserta.
Di samping Century, Arim menyinggung penjualan sebagian saham pabrik
baja Krakatau Steel. Ia menilai permasalahan KS setali tiga uang
dengan Century. Kalau kasus Century adalah perampokan uang negara
dengan cara mengucurkan anggaran negara melalui bailout bank.
Sedangkan kasus penawaran umum saham perdana (initial public
offering/IPO) pabrik baja ini adalah perompakan dengan meraup uang
sebesar-besarnya dari luar dengan menjual aset negara.
Sayangnya, dalam kasus KS ini yang diangkat adalah eksesnya saja
sehingga inti masalahnya menjadi kabur. Para pengamat mempermasalahkan
rendahnya harga IPO sehingga dalam sehari merugikan negara Rp 1,2
trilyun. Tetapi kebanyakan dari mereka lupa mempermasalahkan
privatisasi yang pastinya akan merugikan negara lebih banyak dari
sekedar uang Rp 1,2 trilyun.
“IPO adalah ekses dari privatisasi,bila tidak ada privatisasi jelas
tidak akan pernah ada IPO,” tegas Koordinator Mata Kuliah Ekonomi
Syariah dan Perbankan Syariah di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan
Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu.
Pasalnya, jelas Arim, meskipun IPO-nya tinggi sejatinya KS tidak boleh
dijual. Karena, menurut pandangan Islam, KS adalah terkategori
industri strategis sekaligus industri milik rakyat yang harus dikelola
oleh negara. Apalagi dalam faktanya, setelah ditelusuri ternyata KS
adalah perusahaan yang sehat dan mendapatkan keuntungan yang luar
biasa setiap tahunnya. “Berarti ada udang dibalik baja!” kelekarnya.
Konsultan Manajemen dan Perbankan Syariah ini memprediksikan
perompakan-perompakan lainnya akan terus dilakukan oleh pemerintah
selama negara ini menganut sistem kapitalisme atau neoliberalisme.
Karena sistem ini melegalkan privatisasi guna tercapainya keinginan
para kapitalis dan pejabat yang memang mencari dana untuk berkuasa
(kembali). [] joko prasetyo/mediaumat.com
------------------------------------
Rasulullah saw bersabda, " Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan ( kepada khilafah/ imam ), ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa hujjah. Siapa saja yang mati dan di pundaknya tidak terdapat baiat, ia mati seperti kematian jahiliyah " ( HR Muslim ) ketika kita hendak membaiat khalifah, dan khalifahnya belum ada, tentu kewajiban kita seluruh kaum muslimin dan muslimah untk mengupayakan keberadaanya. Jika kita tidak mengupayakan adanya khilafah islamiyah berarti kita meninggalkan kewajiban dari Allah, sama saja seperti kita meninggalkan kewajiban sholat... Tanpa adanya Khilafah Umat islam akan mudah di Hinakan karna Tiada Tempat Untk mengaduYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mediaumat/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mediaumat/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mediaumat-digest@yahoogroups.com
mediaumat-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
mediaumat-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
Ketua Lajnah Maslahiyah DPP HTI Dr. Arim Nasim menyatakan salah satu
isu ekonomi yang belum terurai hingga akhir tahun 2010 adalah skandal
Bank Century sedangkan salah satu kasus yang muncul di tahun ini
adalah skandal Krakatau Steel.
Ia pun mengistilahkan kedua skandal yang dilakukan oleh pemerintah itu
sebagai perampokan dan perompakan. “Kalau skandal Century disebut
sebagai perampokan maka skandal Krakatau Steel adalah perompakan,”
ujarnya dalam acara REFLEKSI AKHIR TAHUN 2010: Indonesia di Jurang
Sekulerisme dan Masa Depan Syariah, Selasa (21/12) siang di Wisma
Antara, Jakarta.
Dalam talkshow bulanan Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-25 itu, ia
menegaskan ada dua faktor yang menyebabkan kasus Century yang
merugikan uang negara Rp 6,7 trilyun itu dipetieskan.
Pertama, dari sisi fakta. Proses yang dilakukan untuk bank yang kini
berubah nama menjadi Bank Mutiara ini sangat irasional. Saat itu,
Century merupakan bank yang kecil, omsetnya kecil, uang nasabah juga
kecil. Tetapi tiba-tiba dibantu pemerintah dengan dana yang jumlahnya
sepuluh kali lipat dari yang diajukan oleh DPR.
Kedua, dari sisi hukum. Aturan yang terkait dana talangan (bailout)
itu kan ada. Tapi untuk membuat perampokan ini legal, undang-undangnya
yang dirubah, dengan peraturan Bank Indonesia.
Peraturan BI itu tadinya mensyaratkan untuk bank yang berhak
mendapatkan dana talangan itu cadangan modalnya minimal 8 persen.
Tetapi dalam waktu sekejap peraturan tersebut dirubah menjadi yang
penting positif. Sehingga membuat bank yang tidak layak mendapatkan
dana talangan menjadi dapat dana secara ‘legal’.
“Ini perampokan ‘legal’ oleh negara dan pelakunya juga negara, dan
yang bertugas untuk mengurainya juga negara, selama sistem negaranya
tidak dirubah sampai kiamat pun kasus ini tidak akan pernah selesai”
tegas Arim Nasim dihadapan sekitar 300 peserta.
Di samping Century, Arim menyinggung penjualan sebagian saham pabrik
baja Krakatau Steel. Ia menilai permasalahan KS setali tiga uang
dengan Century. Kalau kasus Century adalah perampokan uang negara
dengan cara mengucurkan anggaran negara melalui bailout bank.
Sedangkan kasus penawaran umum saham perdana (initial public
offering/IPO) pabrik baja ini adalah perompakan dengan meraup uang
sebesar-besarnya dari luar dengan menjual aset negara.
Sayangnya, dalam kasus KS ini yang diangkat adalah eksesnya saja
sehingga inti masalahnya menjadi kabur. Para pengamat mempermasalahkan
rendahnya harga IPO sehingga dalam sehari merugikan negara Rp 1,2
trilyun. Tetapi kebanyakan dari mereka lupa mempermasalahkan
privatisasi yang pastinya akan merugikan negara lebih banyak dari
sekedar uang Rp 1,2 trilyun.
“IPO adalah ekses dari privatisasi,bila tidak ada privatisasi jelas
tidak akan pernah ada IPO,” tegas Koordinator Mata Kuliah Ekonomi
Syariah dan Perbankan Syariah di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan
Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu.
Pasalnya, jelas Arim, meskipun IPO-nya tinggi sejatinya KS tidak boleh
dijual. Karena, menurut pandangan Islam, KS adalah terkategori
industri strategis sekaligus industri milik rakyat yang harus dikelola
oleh negara. Apalagi dalam faktanya, setelah ditelusuri ternyata KS
adalah perusahaan yang sehat dan mendapatkan keuntungan yang luar
biasa setiap tahunnya. “Berarti ada udang dibalik baja!” kelekarnya.
Konsultan Manajemen dan Perbankan Syariah ini memprediksikan
perompakan-perompakan lainnya akan terus dilakukan oleh pemerintah
selama negara ini menganut sistem kapitalisme atau neoliberalisme.
Karena sistem ini melegalkan privatisasi guna tercapainya keinginan
para kapitalis dan pejabat yang memang mencari dana untuk berkuasa
(kembali). [] joko prasetyo/mediaumat.com
------------------------------------
Rasulullah saw bersabda, " Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan ( kepada khilafah/ imam ), ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa hujjah. Siapa saja yang mati dan di pundaknya tidak terdapat baiat, ia mati seperti kematian jahiliyah " ( HR Muslim ) ketika kita hendak membaiat khalifah, dan khalifahnya belum ada, tentu kewajiban kita seluruh kaum muslimin dan muslimah untk mengupayakan keberadaanya. Jika kita tidak mengupayakan adanya khilafah islamiyah berarti kita meninggalkan kewajiban dari Allah, sama saja seperti kita meninggalkan kewajiban sholat... Tanpa adanya Khilafah Umat islam akan mudah di Hinakan karna Tiada Tempat Untk mengaduYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mediaumat/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mediaumat/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mediaumat-digest@yahoogroups.com
mediaumat-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
mediaumat-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
10 Kerusakan Dalam Perayaan Tahun Baru Masehi
Untuk di baca dan direnungkan
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang memberikan hidayah demi hidayah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Semoga artikel yang singkat ini bisa menjawabnya.
Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru ini terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.
Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru.
Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram
Perlu diketahui bahwa perayaan (’ied) kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan,
كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى
“Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.’”[2]
Namun setelah itu muncul berbagai perayaan (’ied) di tengah kaum muslimin. Ada perayaan yang dimaksudkan untuk ibadah atau sekedar meniru-niru orang kafir. Di antara perayaan yang kami maksudkan di sini adalah perayaan tahun baru Masehi. Perayaan semacam ini berarti di luar perayaan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan sebagai perayaan yang lebih baik yang Allah ganti. Karena perayaan kaum muslimin hanyalah dua yang dikatakan baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.
Perhatikan penjelasan Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, komisi fatwa di Saudi Arabia berikut ini:
Al Lajnah Ad Da-imah mengatakan, “Yang disebut ‘ied atau hari perayaan secara istilah adalah semua bentuk perkumpulan yang berulang secara periodik boleh jadi tahunan, bulanan, mingguan atau semisalnya. Jadi dalam ied terkumpul beberapa hal:
1. Hari yang berulang semisal idul fitri dan hari Jumat.
2. Berkumpulnya banyak orang pada hari tersebut.
3. Berbagai aktivitas yang dilakukan pada hari itu baik berupa ritual ibadah ataupun non ibadah.
Hukum ied (perayaan) terbagi menjadi dua:
1. Ied yang tujuannya adalah beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dan mengagungkan hari tersebut dalam rangka mendapat pahala, atau
2. Ied yang mengandung unsur menyerupai orang-orang jahiliah atau golongan-golongan orang kafir yang lain maka hukumnya adalah bid’ah yang terlarang karena tercakup dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa yang mengada-adakan amal dalam agama kami ini padahal bukanlah bagian dari agama maka amal tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu pula perayaan tahun baru termasuk perayaan yang terlarang karena menyerupai perayaan orang kafir.
Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir
Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »
“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“[4]
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [5]
An Nawawi -rahimahullah- ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”[6]
Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan memang benar-benar terjadi saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.
Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).
Beliau bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [7]
Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).[8]
Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru
Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun. “Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari’atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.
Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.”
Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud,
وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ.
“Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”
Ibnu Mas’ud lantas berkata,
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.” [9]
Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.
Kerusakan Keempat: Terjerumus dalam Keharaman dengan Mengucapkan Selamat Tahun Baru
Kita telah ketahui bersama bahwa tahun baru adalah syiar orang kafir dan bukanlah syiar kaum muslimin. Jadi, tidak pantas seorang muslim memberi selamat dalam syiar orang kafir seperti ini. Bahkan hal ini tidak dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’).
Ibnul Qoyyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.
Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”[10]
Kerusakan Kelima: Meninggalkan Perkara Wajib yaitu Shalat Lima Waktu
Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.
Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.
Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[11]
Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).”[12]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[13] Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.
Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat pula terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[14] Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang sholih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.
Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat
Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[15]
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!
Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina
Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[17]
Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin
Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[18]
Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[19] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!
Kerusakan Kesembilan: Meniru Perbuatan Setan dengan Melakukan Pemborosan
Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Masya Allah sangat banyak sekali jumlah uang yang dibuang sia-sia. Itulah harta yang dihamburkan sia-sia dalam waktu semalam untuk membeli petasan, kembang api, mercon, atau untuk menyelenggarakan pentas musik, dsb. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)
Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauh sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.
Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).” Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”[20]
Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga
Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang bermanfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” [21]
Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian.
Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[22]
Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman,
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ
“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[23]
Inilah di antara beberapa kerusakan dalam perayaan tahun baru. Sebenarnya masih banyak kerusakan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan ini karena saking banyaknya. Seorang muslim tentu akan berpikir seribu kali sebelum melangkah karena sia-sianya merayakan tahun baru. Jika ingin menjadi baik di tahun mendatang bukanlah dengan merayakannya. Seseorang menjadi baik tentulah dengan banyak bersyukur atas nikmat waktu yang Allah berikan. Bersyukur yang sebenarnya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, bukan dengan berbuat maksiat dan bukan dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia. Lalu yang harus kita pikirkan lagi adalah apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin? Pikirkanlah apakah hari ini iman kita sudah semakin meningkat ataukah semakin anjlok! Itulah yang harus direnungkan seorang muslim setiap kali bergulirnya waktu.
Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Islam saat ini. Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari aqidah Islam. Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.
“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88)
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Semoga bermanfaat
Amin
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang memberikan hidayah demi hidayah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Semoga artikel yang singkat ini bisa menjawabnya.
Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru ini terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.
Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru.
Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram
Perlu diketahui bahwa perayaan (’ied) kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan,
كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى
“Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.’”[2]
Namun setelah itu muncul berbagai perayaan (’ied) di tengah kaum muslimin. Ada perayaan yang dimaksudkan untuk ibadah atau sekedar meniru-niru orang kafir. Di antara perayaan yang kami maksudkan di sini adalah perayaan tahun baru Masehi. Perayaan semacam ini berarti di luar perayaan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan sebagai perayaan yang lebih baik yang Allah ganti. Karena perayaan kaum muslimin hanyalah dua yang dikatakan baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.
Perhatikan penjelasan Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, komisi fatwa di Saudi Arabia berikut ini:
Al Lajnah Ad Da-imah mengatakan, “Yang disebut ‘ied atau hari perayaan secara istilah adalah semua bentuk perkumpulan yang berulang secara periodik boleh jadi tahunan, bulanan, mingguan atau semisalnya. Jadi dalam ied terkumpul beberapa hal:
1. Hari yang berulang semisal idul fitri dan hari Jumat.
2. Berkumpulnya banyak orang pada hari tersebut.
3. Berbagai aktivitas yang dilakukan pada hari itu baik berupa ritual ibadah ataupun non ibadah.
Hukum ied (perayaan) terbagi menjadi dua:
1. Ied yang tujuannya adalah beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dan mengagungkan hari tersebut dalam rangka mendapat pahala, atau
2. Ied yang mengandung unsur menyerupai orang-orang jahiliah atau golongan-golongan orang kafir yang lain maka hukumnya adalah bid’ah yang terlarang karena tercakup dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa yang mengada-adakan amal dalam agama kami ini padahal bukanlah bagian dari agama maka amal tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu pula perayaan tahun baru termasuk perayaan yang terlarang karena menyerupai perayaan orang kafir.
Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir
Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »
“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“[4]
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [5]
An Nawawi -rahimahullah- ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”[6]
Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan memang benar-benar terjadi saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.
Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).
Beliau bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [7]
Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).[8]
Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru
Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun. “Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari’atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.
Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.”
Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud,
وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ.
“Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”
Ibnu Mas’ud lantas berkata,
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.” [9]
Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.
Kerusakan Keempat: Terjerumus dalam Keharaman dengan Mengucapkan Selamat Tahun Baru
Kita telah ketahui bersama bahwa tahun baru adalah syiar orang kafir dan bukanlah syiar kaum muslimin. Jadi, tidak pantas seorang muslim memberi selamat dalam syiar orang kafir seperti ini. Bahkan hal ini tidak dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’).
Ibnul Qoyyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.
Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”[10]
Kerusakan Kelima: Meninggalkan Perkara Wajib yaitu Shalat Lima Waktu
Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.
Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.
Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[11]
Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).”[12]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[13] Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.
Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat pula terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[14] Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang sholih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.
Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat
Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[15]
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!
Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina
Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[17]
Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin
Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[18]
Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[19] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!
Kerusakan Kesembilan: Meniru Perbuatan Setan dengan Melakukan Pemborosan
Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Masya Allah sangat banyak sekali jumlah uang yang dibuang sia-sia. Itulah harta yang dihamburkan sia-sia dalam waktu semalam untuk membeli petasan, kembang api, mercon, atau untuk menyelenggarakan pentas musik, dsb. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)
Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauh sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.
Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).” Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”[20]
Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga
Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang bermanfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” [21]
Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian.
Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[22]
Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman,
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ
“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[23]
Inilah di antara beberapa kerusakan dalam perayaan tahun baru. Sebenarnya masih banyak kerusakan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan ini karena saking banyaknya. Seorang muslim tentu akan berpikir seribu kali sebelum melangkah karena sia-sianya merayakan tahun baru. Jika ingin menjadi baik di tahun mendatang bukanlah dengan merayakannya. Seseorang menjadi baik tentulah dengan banyak bersyukur atas nikmat waktu yang Allah berikan. Bersyukur yang sebenarnya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, bukan dengan berbuat maksiat dan bukan dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia. Lalu yang harus kita pikirkan lagi adalah apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin? Pikirkanlah apakah hari ini iman kita sudah semakin meningkat ataukah semakin anjlok! Itulah yang harus direnungkan seorang muslim setiap kali bergulirnya waktu.
Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Islam saat ini. Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari aqidah Islam. Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.
“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88)
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Semoga bermanfaat
Amin
Negara-negara Skandinavia Berusaha Larang Hizbut Tahrir
Ini adalah realitas demokrasi yang begitu dibanggakan oleh Barat dan para pemimpinnya. Sehingga realitas ini benar-benar memperlihatkan perundang-undangan yang menjelaskan semua tolok ukur mereka. Di mana, jika sasarannya adalah Islam atau Nabi umat Islam, maka mereka menganggapnya sebagai demokratis dan kebebasan berekspresi. Sebaliknya, jika pembicaraan itu datangnya dari Hizbut Tahrir untuk membongkar dan menelanjangi kebijakan serta persekongkolan mereka di depan rakyatnya, atau semua hal yang akan mempermalukan mereka, maka mereka menganggapnya sebagai kejahatan dan terorisme yang harus dilarang.( catt : di sinilah kekalahan perang pemikiran kaum kafir ... )
Negara-negara Skandinavia Berusaha Larang Hizbut Tahrir
Surat kabar “the Kopenhagen Post” mempublikasikan sebuah berita pada hari Rabu, 29/12/2010 dengan judul “Islamist organisation encourages armed resistance, Organisasi Islam mendorong perlawanan bersenjata”.
Surat kabat itu menyatakan bahwa sikap Hizbut Tahrir mengenai masalah Afghanistan mengarah kepada seruan baru untuk melarang Hizbut Tahrir. Di mana surat kabar mengatakan bahwa Hizbut Tahrir, yang digambarkan sebagai organisasi Islam kontroversial, akan mendorong perlawanan bersenjata terhadap tentara Skandinavia. Hal itu akan disampaikan dalam perdebatan tentang perang di Afghanistan yang akan diadakan pada Januari mendatang.
Surat kabar itu menambahkan bahwa undangan untuk perdebatan di “Royal Library” di Kopenhagen itu memperlihatkan gambar-gambar peti mati untuk Denmark, Swedia dan Norwegia di atas peta Afghanistan.
Surat kabar itu juga menjelaskan dengan berdasarkan apa yang ada di undangan bahwa perdebatan akan fokus pada wajibnya kaum Muslim melakukan perlawanan bersenjata di Afghanistan dan negara-negara sekitarnya, dan akan mengokohkan legalitas bentuk perlawanan ini.
Berdasarkan apa yang dijelaskan di atas, maka otoritas berusaha untuk menekan semua kelompok penentang perang, serta mengkriminalisasikannya dan mengintimidasinya.( di sini bukti kaum kafir takut dengan kata JIHAD ! )
Surat kabar tersebut mengutip dari juru bicara Hizbut Tahrir di negara-negara Skandinavia, Chadi Freigeh yang mengatakan bahwa “Masalahnya, mereka itu tidak mengambil pelajaran dari pesan yang terkandung dalam judul undangan itu.” Dalam hal ini, Freigeh berkata: “Jika ada yang harus disalahkan atas meninggalnya para prajurit Denmark dengan sia-sia dalam perang ini, maka yang harus disalahkan adalah para politisi Denmark yang tidak berperasaan dan berhati batu, yang telah mengirim para tentara pada misi yang hanya melayani kepentingan strategis Amerika di kawasan itu.”
Surat kabar ini mengatakan bahwa Hizbut Tahrir dikenal sebagai organisasi yang mendorong para anggotanya untuk penggulingan rezim, dan kemudian menggantinya pemerintahan yang menerapkan syariah Islam. Dan ada beberapa negara yang telah melarang Hizbut Tahrir. Sementara Denmark sedang berusaha untuk melakukan hal yang sama.
Surat kabar itu juga mengutip dari perwakilan Partai Rakyat Denmark, Martin Henriksen yang mengatakan bahwa “Para pejabat harus terus mempelari tentang kemungkinan Huzbut Tahrir sebagai organisasi ilegal.” Dalam hal ini Henriksen berkata: “Hizbut Tahrir telah lama mempermalukan pemerintah Denmark terkait dengan masalah pelarangan ini. Sekarang, mereka benar-benar sedang bermain kotor.”
Sementara perwakilan dari Partai Sosial Demokrat, Karin Haekkerup menyatakan ketidakpuasannya terhadap pesan Hizbut Tahrir dan gambar-gambar yang ada di undangan tersebut. Namun, Haekkerup menambahkan bahwa “Selama Hizbut Tahrir ini belum dilarang, maka kita harus menghormati hak Hizbut Tahrir untuk berserikat dan berkumpul.”
*** *** ***
Ini adalah realitas demokrasi yang begitu dibanggakan oleh Barat dan para pemimpinnya. Sehingga realitas ini benar-benar memperlihatkan perundang-undangan yang menjelaskan semua tolok ukur mereka. Di mana, jika sasarannya adalah Islam atau Nabi umat Islam, maka mereka menganggapnya sebagai demokratis dan kebebasan berekspresi. Sebaliknya, jika pembicaraan itu datangnya dari Hizbut Tahrir untuk membongkar dan menelanjangi kebijakan serta persekongkolan mereka di depan rakyatnya, atau semua hal yang akan mempermalukan mereka, maka mereka menganggapnya sebagai kejahatan dan terorisme yang harus dilarang.( catt : di sinilah kekalahan perang pemikiran kaum kafir ... )
Akan tetapi, kembali kami katakan bahwa dengan izin Allah ada banyak hal baik dalam hal ini. Di mana masalah kebohongan dan kebusukan demokrasi ini terus terungkap dari hari ke hari. Sehingga masyarakat semakin yakin bahwa demokrasi hanyalah topeng yang senantiasa digunakan oleh para penguasa untuk menghisap darah rakyat dan umat yang mereka kuasai.
Sumber: pal-tahrir.info, 30/12/2010.
Negara-negara Skandinavia Berusaha Larang Hizbut Tahrir
Surat kabar “the Kopenhagen Post” mempublikasikan sebuah berita pada hari Rabu, 29/12/2010 dengan judul “Islamist organisation encourages armed resistance, Organisasi Islam mendorong perlawanan bersenjata”.
Surat kabat itu menyatakan bahwa sikap Hizbut Tahrir mengenai masalah Afghanistan mengarah kepada seruan baru untuk melarang Hizbut Tahrir. Di mana surat kabar mengatakan bahwa Hizbut Tahrir, yang digambarkan sebagai organisasi Islam kontroversial, akan mendorong perlawanan bersenjata terhadap tentara Skandinavia. Hal itu akan disampaikan dalam perdebatan tentang perang di Afghanistan yang akan diadakan pada Januari mendatang.
Surat kabar itu menambahkan bahwa undangan untuk perdebatan di “Royal Library” di Kopenhagen itu memperlihatkan gambar-gambar peti mati untuk Denmark, Swedia dan Norwegia di atas peta Afghanistan.
Surat kabar itu juga menjelaskan dengan berdasarkan apa yang ada di undangan bahwa perdebatan akan fokus pada wajibnya kaum Muslim melakukan perlawanan bersenjata di Afghanistan dan negara-negara sekitarnya, dan akan mengokohkan legalitas bentuk perlawanan ini.
Berdasarkan apa yang dijelaskan di atas, maka otoritas berusaha untuk menekan semua kelompok penentang perang, serta mengkriminalisasikannya dan mengintimidasinya.( di sini bukti kaum kafir takut dengan kata JIHAD ! )
Surat kabar tersebut mengutip dari juru bicara Hizbut Tahrir di negara-negara Skandinavia, Chadi Freigeh yang mengatakan bahwa “Masalahnya, mereka itu tidak mengambil pelajaran dari pesan yang terkandung dalam judul undangan itu.” Dalam hal ini, Freigeh berkata: “Jika ada yang harus disalahkan atas meninggalnya para prajurit Denmark dengan sia-sia dalam perang ini, maka yang harus disalahkan adalah para politisi Denmark yang tidak berperasaan dan berhati batu, yang telah mengirim para tentara pada misi yang hanya melayani kepentingan strategis Amerika di kawasan itu.”
Surat kabar ini mengatakan bahwa Hizbut Tahrir dikenal sebagai organisasi yang mendorong para anggotanya untuk penggulingan rezim, dan kemudian menggantinya pemerintahan yang menerapkan syariah Islam. Dan ada beberapa negara yang telah melarang Hizbut Tahrir. Sementara Denmark sedang berusaha untuk melakukan hal yang sama.
Surat kabar itu juga mengutip dari perwakilan Partai Rakyat Denmark, Martin Henriksen yang mengatakan bahwa “Para pejabat harus terus mempelari tentang kemungkinan Huzbut Tahrir sebagai organisasi ilegal.” Dalam hal ini Henriksen berkata: “Hizbut Tahrir telah lama mempermalukan pemerintah Denmark terkait dengan masalah pelarangan ini. Sekarang, mereka benar-benar sedang bermain kotor.”
Sementara perwakilan dari Partai Sosial Demokrat, Karin Haekkerup menyatakan ketidakpuasannya terhadap pesan Hizbut Tahrir dan gambar-gambar yang ada di undangan tersebut. Namun, Haekkerup menambahkan bahwa “Selama Hizbut Tahrir ini belum dilarang, maka kita harus menghormati hak Hizbut Tahrir untuk berserikat dan berkumpul.”
*** *** ***
Ini adalah realitas demokrasi yang begitu dibanggakan oleh Barat dan para pemimpinnya. Sehingga realitas ini benar-benar memperlihatkan perundang-undangan yang menjelaskan semua tolok ukur mereka. Di mana, jika sasarannya adalah Islam atau Nabi umat Islam, maka mereka menganggapnya sebagai demokratis dan kebebasan berekspresi. Sebaliknya, jika pembicaraan itu datangnya dari Hizbut Tahrir untuk membongkar dan menelanjangi kebijakan serta persekongkolan mereka di depan rakyatnya, atau semua hal yang akan mempermalukan mereka, maka mereka menganggapnya sebagai kejahatan dan terorisme yang harus dilarang.( catt : di sinilah kekalahan perang pemikiran kaum kafir ... )
Akan tetapi, kembali kami katakan bahwa dengan izin Allah ada banyak hal baik dalam hal ini. Di mana masalah kebohongan dan kebusukan demokrasi ini terus terungkap dari hari ke hari. Sehingga masyarakat semakin yakin bahwa demokrasi hanyalah topeng yang senantiasa digunakan oleh para penguasa untuk menghisap darah rakyat dan umat yang mereka kuasai.
Sumber: pal-tahrir.info, 30/12/2010.
Yesus Adalah Seorang Muslim
Yesus Adalah Seorang Muslim
Oleh M. Fachry pada Jum'at 24 Desember 2010, 12:49 PM
Print
Yesus (Isa dalam bahasa Arab) adalah Rasul kedua terakhir dan para Nabiullah yang telah dikirimkan kepada seluruh Ummat manusia. Dia dipercaya oleh lebih dari 1,5 miliyar ummat Muslim di seluruh dunia terutama di negeri Timur. Yesus seperti banyak Nabi sebelumnya, menyerukan kepada kaumnya untuk tidak hanya mengatakan bahwa mereka beriman pada Tuhan tetapi juga menaati dan menerima hukum Sang Pencipta.
Dia memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran semua saat menerima wahyu dari Tuhannya. Dia menunjuki kaumnya untuk mencari ridha sang Pencipta (dan tidak hnya mengejar manfaat dan ego masing-masing) menjadi sebuah model bagi mereka untuk diikuti sebagaimana sebuah contoh bagi mereka yang datang setelahnya, sampai datangnya utusan terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.
Yesus berjuang melawan kerusakan masyarakat pada masa hidupnya. Kekejaman hukum buatan manusia, perzinahan, eksploitasi dan lain-lain sebagaimana Ummat Islam pada hari ini berjuang melawan kemunduran masyarakat dimana kita hidup sekarang. Sebagaimana juga alkohol, obat-obatan terlarang, perjudian, dan pornografi telah menyeret masyarakat saat ini ke jurang tindak kejahatan yang dalam, sama halnya pada masa Yesus yang masyarakatnya cenderung pada semua jenis kejahatan di bawah hegemoni kerajaan Roma. Akhirnya, Yesus dan pengikutnya menjadi subjek tindak kekerasan dan tiran sampai dia diangkat oleh Allah untuk dikembalikan kepada umat manusia pada akhir zaman.
Kita bisa membayangkan bahwa jika kehidupan sekarang ini, Yesus akan secara tidak diragukan lagi akan mendukung Jihad di Afghanistan dan Iraq sebagai lawan terhadap kungkungan kapitalis yang dipimpin oleh AS dan para sekutu-sekutunya, dia juga akan mendukung orang-orang Palestina sebagaimana mereka berjuang dan melawan penjajah harian, yakni bangsa terlaknat Israel dan sekutu mereka, dan dia juga akan mendukung jutaan Muslim Iraq yang telah dibunuh sebagai lawan dari AS dan UK yang bengis meneriakkan pembomam keji mereka dengan kampanye melawan Muslim di Iraq dan Afghanistan.
Dengan demikian, Yesus juga (jika hidup pada saat ini) akan menjadi pengungsi Syiria dan Palestina di UK, dia juga akan begitu, tidak diragukan lagi, telah menjadi subjek pada sebuah ujian loyalitas dan kesetiaan untuk meyakinkan bahwa dia meletakkan Ratu dan Perdana Menteri di bawah hukum Tuhan.
Bisa juga pada saat ini, dia (Yesus) telah diasingkan di bawah Rumah Sekretaris Mr Reid (pejabat Inggris) dengan undang-undang baru tentang terorisme, dengan demikian menderita dalam penjara Belmarsh di Inggris. Bisa juga pada saat ini dia telah diculik oleh agen CIA dan terbang pada salah satu penerbangan terkenal mereka untuk ditangkap dan disiksa seperti banyak Muslim lainnya di teluk Guantanamo.
Mengapa demikian ? Karena Yesus sungguh seorang Muslim dan seperti Muslim lainnya (yang sadar) bahwa sekarang ini haruslah menyeru seluruh manusia kepada hukum buatan Tuhan (Al Qur'an) sebagai lawan dari hukum buatan manusia dan karena dia telah dilabeli sebagai fundamentalis radikal dan menantang, mengekspos dan berbicara melawan ide buatan manusia seperti kebebasan, demokrasi dan sekulerisme, pemerintahan pada saat itu, karena mereka membenci risalahnya dan telah memperkenalkan hukum anti terornya sendiri dan mengasingkannya tanpa pengadilan dalam sebuah usaha untuk menindas kebenaran kalimat Tuhan.
Satu kekuatan membantah bahwa ini adalah masyarakat sekuler dan bahwa dalam milenium baru kita sudah demikian maju sehingga 'dahulu memang demikian tetapi ini adalah sekarang'. Namun sifat alami wahyu adalah bahwa itu menembus waktu sehingga itu masih relevan untuk hari ini sebagaimana pada masa Nabi Muhammad SAW. Tuhan telah mengirimkan utusanNya kepada seluruh manusia untuk membimbing mereka, untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana cara hidup untuk mencukupi naluri, perasaan, dan emosi mereka dengan cara yang memberinya ketenangan dan kepuasan dalam hidup ini, dan kebahagian abadi di akhirat.
Satu yang mungkin membantah bahwa natal, atau paskah, atau apapun itu namanya, itu tidak ada pada masa Yesus dan bahwa pada hari ini lebih banyak festival pagan (syirik) pada saat orang-orang hanya mendapatkan kesenangan pada diri mereka dan berpesta.
Meskipun demikian itu masih berkaitan, tentang seseorang pada waktu yang lampau dimana tahun tersebut sebagian orang yang sedikit memikirkan Yesus, untuk merenungkan apa yang dia wakili dan pesan yang dia bawa dalam apa yang setelah itu semua dianggap sebagai 'negeri kristen'. Hanya sebagai Muslim di UK bersikeras pada sumpah mereka adalah pada Allah semata, sebagaimana Yesus meminta kaumnya untuk menaati Tuhannya sebagai lawan dari manusia yang lemah seperti Blair dan Bush, serta Obama, yang tidak lain hanya mengikuti keinginannya semata dan hawa nafsu.
Ummat Muslim di UK dan dimanapun, selanjutnya mengajak orang-orang Inggris dan di Eropa, serta orang non muslim dimanapun mereka berada, untuk memeluk kesaksian terakhir kepada ummat manusia, agama terakhir dan satu-satunya yang diridhoi Allah Swt., yaitu Islam. Sebagai sebuah kepercayaan spiritual dan politik. Kami mengajak orang-orang non muslim untuk menemukan bagaimana, tidak seperti utusan yang sebelumnya yang datang kepada kaumnya sendiri, Rasul Muhammad SAW datang kepada seluruh Ummat manusia. Dan mengajarkan cara, pada saat Syari'at Islam yang telah diimplementasikan sebagai sebuah hukum dan undang-undang, jauh dari menyebabkan penderitaan sebagaimana yang saat ini dialami oleh umat manusia.
Sistem Khilafah, sistem yang berasal dari syariat Islam, memberikan jawaban dan solusi pada semua permasalahan yang kita hadapai saat ini seperti kelaparan, kemiskinan, peperangan, penyiksaan, pembunuhan dan penindasan. Kita menyampaikan kepada kalian pada hari ini sebuah ajakan untuk memeluk kepercayaan yang tumbuh paling cepat di dunia ini, yakni Islam.
Allahu Akbar!
source : almuhajirun.net
#spread {margin-bottom:10px;} #spread p {color:orange}
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
Oleh M. Fachry pada Jum'at 24 Desember 2010, 12:49 PM
Yesus (Isa dalam bahasa Arab) adalah Rasul kedua terakhir dan para Nabiullah yang telah dikirimkan kepada seluruh Ummat manusia. Dia dipercaya oleh lebih dari 1,5 miliyar ummat Muslim di seluruh dunia terutama di negeri Timur. Yesus seperti banyak Nabi sebelumnya, menyerukan kepada kaumnya untuk tidak hanya mengatakan bahwa mereka beriman pada Tuhan tetapi juga menaati dan menerima hukum Sang Pencipta.
Dia memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran semua saat menerima wahyu dari Tuhannya. Dia menunjuki kaumnya untuk mencari ridha sang Pencipta (dan tidak hnya mengejar manfaat dan ego masing-masing) menjadi sebuah model bagi mereka untuk diikuti sebagaimana sebuah contoh bagi mereka yang datang setelahnya, sampai datangnya utusan terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.
Yesus berjuang melawan kerusakan masyarakat pada masa hidupnya. Kekejaman hukum buatan manusia, perzinahan, eksploitasi dan lain-lain sebagaimana Ummat Islam pada hari ini berjuang melawan kemunduran masyarakat dimana kita hidup sekarang. Sebagaimana juga alkohol, obat-obatan terlarang, perjudian, dan pornografi telah menyeret masyarakat saat ini ke jurang tindak kejahatan yang dalam, sama halnya pada masa Yesus yang masyarakatnya cenderung pada semua jenis kejahatan di bawah hegemoni kerajaan Roma. Akhirnya, Yesus dan pengikutnya menjadi subjek tindak kekerasan dan tiran sampai dia diangkat oleh Allah untuk dikembalikan kepada umat manusia pada akhir zaman.
Kita bisa membayangkan bahwa jika kehidupan sekarang ini, Yesus akan secara tidak diragukan lagi akan mendukung Jihad di Afghanistan dan Iraq sebagai lawan terhadap kungkungan kapitalis yang dipimpin oleh AS dan para sekutu-sekutunya, dia juga akan mendukung orang-orang Palestina sebagaimana mereka berjuang dan melawan penjajah harian, yakni bangsa terlaknat Israel dan sekutu mereka, dan dia juga akan mendukung jutaan Muslim Iraq yang telah dibunuh sebagai lawan dari AS dan UK yang bengis meneriakkan pembomam keji mereka dengan kampanye melawan Muslim di Iraq dan Afghanistan.
Dengan demikian, Yesus juga (jika hidup pada saat ini) akan menjadi pengungsi Syiria dan Palestina di UK, dia juga akan begitu, tidak diragukan lagi, telah menjadi subjek pada sebuah ujian loyalitas dan kesetiaan untuk meyakinkan bahwa dia meletakkan Ratu dan Perdana Menteri di bawah hukum Tuhan.
Bisa juga pada saat ini, dia (Yesus) telah diasingkan di bawah Rumah Sekretaris Mr Reid (pejabat Inggris) dengan undang-undang baru tentang terorisme, dengan demikian menderita dalam penjara Belmarsh di Inggris. Bisa juga pada saat ini dia telah diculik oleh agen CIA dan terbang pada salah satu penerbangan terkenal mereka untuk ditangkap dan disiksa seperti banyak Muslim lainnya di teluk Guantanamo.
Mengapa demikian ? Karena Yesus sungguh seorang Muslim dan seperti Muslim lainnya (yang sadar) bahwa sekarang ini haruslah menyeru seluruh manusia kepada hukum buatan Tuhan (Al Qur'an) sebagai lawan dari hukum buatan manusia dan karena dia telah dilabeli sebagai fundamentalis radikal dan menantang, mengekspos dan berbicara melawan ide buatan manusia seperti kebebasan, demokrasi dan sekulerisme, pemerintahan pada saat itu, karena mereka membenci risalahnya dan telah memperkenalkan hukum anti terornya sendiri dan mengasingkannya tanpa pengadilan dalam sebuah usaha untuk menindas kebenaran kalimat Tuhan.
Satu kekuatan membantah bahwa ini adalah masyarakat sekuler dan bahwa dalam milenium baru kita sudah demikian maju sehingga 'dahulu memang demikian tetapi ini adalah sekarang'. Namun sifat alami wahyu adalah bahwa itu menembus waktu sehingga itu masih relevan untuk hari ini sebagaimana pada masa Nabi Muhammad SAW. Tuhan telah mengirimkan utusanNya kepada seluruh manusia untuk membimbing mereka, untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana cara hidup untuk mencukupi naluri, perasaan, dan emosi mereka dengan cara yang memberinya ketenangan dan kepuasan dalam hidup ini, dan kebahagian abadi di akhirat.
Satu yang mungkin membantah bahwa natal, atau paskah, atau apapun itu namanya, itu tidak ada pada masa Yesus dan bahwa pada hari ini lebih banyak festival pagan (syirik) pada saat orang-orang hanya mendapatkan kesenangan pada diri mereka dan berpesta.
Meskipun demikian itu masih berkaitan, tentang seseorang pada waktu yang lampau dimana tahun tersebut sebagian orang yang sedikit memikirkan Yesus, untuk merenungkan apa yang dia wakili dan pesan yang dia bawa dalam apa yang setelah itu semua dianggap sebagai 'negeri kristen'. Hanya sebagai Muslim di UK bersikeras pada sumpah mereka adalah pada Allah semata, sebagaimana Yesus meminta kaumnya untuk menaati Tuhannya sebagai lawan dari manusia yang lemah seperti Blair dan Bush, serta Obama, yang tidak lain hanya mengikuti keinginannya semata dan hawa nafsu.
Ummat Muslim di UK dan dimanapun, selanjutnya mengajak orang-orang Inggris dan di Eropa, serta orang non muslim dimanapun mereka berada, untuk memeluk kesaksian terakhir kepada ummat manusia, agama terakhir dan satu-satunya yang diridhoi Allah Swt., yaitu Islam. Sebagai sebuah kepercayaan spiritual dan politik. Kami mengajak orang-orang non muslim untuk menemukan bagaimana, tidak seperti utusan yang sebelumnya yang datang kepada kaumnya sendiri, Rasul Muhammad SAW datang kepada seluruh Ummat manusia. Dan mengajarkan cara, pada saat Syari'at Islam yang telah diimplementasikan sebagai sebuah hukum dan undang-undang, jauh dari menyebabkan penderitaan sebagaimana yang saat ini dialami oleh umat manusia.
Sistem Khilafah, sistem yang berasal dari syariat Islam, memberikan jawaban dan solusi pada semua permasalahan yang kita hadapai saat ini seperti kelaparan, kemiskinan, peperangan, penyiksaan, pembunuhan dan penindasan. Kita menyampaikan kepada kalian pada hari ini sebuah ajakan untuk memeluk kepercayaan yang tumbuh paling cepat di dunia ini, yakni Islam.
Allahu Akbar!
source : almuhajirun.net
#spread {margin-bottom:10px;} #spread p {color:orange}
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
Langganan:
Postingan (Atom)
Pengikut
Arsip Blog
-
▼
2011
(57)
-
▼
Januari
(57)
- Allahu Akbar! Tentara Daulah Islam Irak Terlihat M...
- Waspadai Iblis Si Perusak Amal
- Syariat yang Tidak Adil, Islam Atau Kristen?
- Kesesatan Paham Murji’ah Dalam Contoh Kehidupan Se...
- Jilbab, Lambang Kebebasan Hakiki
- Dalam Pertarungan Antara Amerika dan Cina di Korea...
- Jihad: Kewajiban yang Hilang
- Mengaku Tak Menembaki Abu Tholut, Densus Berdusta!!
- Para Pengkhianat Islam: Mustafa Kemal Pasha
- Toleransi Islam vs Toleransi Barat
- Buya Syafii Maarif, Mengapa Mengajak Berguru kepad...
- Human Rights Watch Menyerang Syariah Islam !
- Haji Malcolm X dan Persatuan Umat
- Syariah Islam Ancaman Buat Amerika Serikat ?
- Gelombang Perubahan Menuju Khilafah Tidak Terbendung
- HAM: Alat Propaganda dan Penjajahan Barat
- HARAMNYA MUSLIM TERLIBAT NATAL
- Survey: Mayoritas Muslim Dunia Inginkan Peran Isla...
- Survey Roy Morgan Research : 52 Persen Rakyat Indo...
- Idul Adha Kristiani: Yesus Disembelih Menebus Dosa...
- Dalam Memerangi Dakwah Islam, Otoritas Menyita Kit...
- Sekularisasi Agama, Liberalisme, Kapitalisme Ekono...
- WikiLeaks: AS=Penjajah, Para Penguasa Muslim Pelay...
- Berapa Hak Waris Seorang Isteri?
- Hak Warisan Pria dan Wanita Dua Banding Satu, Adil...
- Laki-laki dan Haramnya Emas
- Proyek Deradikalisasi : Upaya Menjinakkan Umat Islam
- Ruu Intelijen 2010: Bentuk Tirani Baru?
- Kita Bisa Menjadi Negara Adi Daya !
- Makanan Haram Menghalangi Terkabulnya Doa
- Mental Syirik
- Apakah Puasa Sehari Tanggal 11 Muharram Disunnahkan?
- Introspeksi Anak Salah Asuh dan Salah Gaul
- Awas! Makna Jihad, Khilafah dan Thaghut Akan Direv...
- Mau Surga atau Neraka, Kenalilah dengan Siapa Engk...
- Soal Jawab: Hubungan AS dengan Cina
- Umat Islam : Umat yang Adil Bukan Moderat !
- Haram Hukumnya Mengucapkan Selamat Natal
- Perbedaan Mandi Janabat Wanita dengan Laki-laki
- Densusleaks, Bocornya SMS Gorries Mere
- KH Murhali Barda: Saya Hanya Ingin Tegakkan Syaria...
- Refleksi Akhir Tahun 2010
- Menggagas Sistem Pro Ibu
- Bocoran Situs Wikileaks Menegaskan Keantekan Para ...
- Muslimah dalam Keterasingan
- Profesor Amerika Ramalkan Dolar Hancur
- Menggugurkan Janin Yang Divonis Cacat Fisik
- Liberalisasi Energi di Balik Pencabutan Subsidi
- Pernak-Pernik Seputar Wudhu
- Selamatkan Indonesia Dengan Syariah Menuju Indones...
- Utang, ‘Bom Waktu’ Amerika
- Uang Panas Kuras Anggaran Negara RI
- Warga Dunia Serbu Koin Perak
- [mediaumat] Arim Nasim: Century dan KS Perampokan ...
- 10 Kerusakan Dalam Perayaan Tahun Baru Masehi
- Negara-negara Skandinavia Berusaha Larang Hizbut T...
- Yesus Adalah Seorang Muslim
-
▼
Januari
(57)
